Fenomena Cosmic Kiss Hiasi Langit Pekan Ini, Apa Itu?

Cosmic Kiss akan menghiasi langit malam pada pekan ini.

Diterbitkan 10 Juni 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Fenomena astronomi yang dikenal sebagai Cosmic Kiss kembali menjadi sorotan para pengamat langit. Dilansir dari ITV pada Rabu (10/6/2026), fenomena ini merupakan konjungsi planet, yaitu peristiwa ketika dua atau lebih planet tampak sangat berdekatan jika dilihat dari Bumi, meskipun pada kenyataannya keduanya terpisah oleh jarak jutaan hingga miliaran kilometer di ruang angkasa.

Peristiwa ini terjadi karena planet-planet mengorbit Matahari dalam bidang orbit yang relatif sejajar. Pada waktu tertentu, posisi orbit tersebut membuat beberapa planet tampak berada dalam garis pandang yang sama dari Bumi, sehingga menciptakan ilusi visual seolah-olah planet-planet tersebut saling berdekatan di langit.

Pada fenomena kali ini, Venus dan Jupiter mencapai titik kedekatan terdekatnya pada Selasa malam. Keduanya dikenal sebagai objek paling terang di langit malam setelah Bulan, sehingga peristiwa ini menjadi salah satu fenomena astronomi yang paling mudah diamati sepanjang tahun.

Istilah Cosmic Kiss digunakan untuk menggambarkan momen ketika kedua planet tampak “bertemu” dan saling mendekat secara visual sebelum kembali menjauh mengikuti orbit masing-masing.

Para astronom menyarankan masyarakat untuk mengamati fenomena ini sekitar 45 menit setelah matahari terbenam dengan mengarahkan pandangan ke arah cakrawala barat. Kondisi langit yang cerah serta minim polusi cahaya dinilai menjadi faktor penting untuk mendapatkan pengamatan terbaik, bahkan tanpa bantuan teleskop.

Selain konjungsi Venus dan Jupiter, pertengahan Juni juga akan menghadirkan fenomena lain berupa parade planet pada 11 hingga 15 Juni. Pada periode tersebut, Venus, Jupiter, dan Merkurius akan tampak berada dalam satu garis pandang di langit malam dan dapat diamati dengan mata telanjang.

Fenomena langit ini diperkirakan akan semakin menarik pada 16 hingga 17 Juni, ketika bulan sabit ikut bergabung dalam formasi tersebut. Kehadiran bulan sabit akan menambah visualisasi langit yang dinilai berpotensi menjadi objek favorit para fotografer astronomi.

Menjelang akhir tahun, langit malam juga diprediksi akan kembali menghadirkan fenomena langka berupa kesejajaran enam planet, termasuk Mars, Uranus, Saturnus, dan Neptunus, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada awal Desember mendatang.