Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu Brunei Darussalam

Pangeran Abdul Mateen mengambil alih posisi menteri luar negeri yang sebelumnya dipegang langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah.

Diterbitkan 07 Juni 2026, 11:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandar Seri Begawan - Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, menunjuk putranya, Pangeran Abdul Mateen, sebagai Menteri Luar Negeri dalam perombakan kabinet besar-besaran yang diumumkan pada Minggu (7/6/2026). Penunjukan tersebut menjadi salah satu perubahan paling menonjol dalam reshuffle pertama pemerintahan Brunei sejak 2022.

Pangeran Abdul Mateen, anggota keluarga kerajaan yang dikenal luas di media sosial dan kerap menjadi sorotan publik internasional, mengambil alih posisi menteri luar negeri yang sebelumnya dipegang langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah, dikutip dari laman NST, Minggu (7/6).

Perombakan kabinet ini dinilai sebagai sinyal regenerasi kepemimpinan di kesultanan kaya minyak tersebut, di tengah spekulasi mengenai proses suksesi kerajaan. Selain Mateen, Sultan juga menunjuk putra keduanya, Pangeran Abdul Malik, sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri, jabatan kabinet pertamanya.

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Sultan Hassanal menegaskan dirinya tetap akan memegang sejumlah posisi strategis, yakni sebagai perdana menteri, menteri pertahanan, dan menteri keuangan.

Sementara itu, pewaris takhta Brunei, Al-Muhtadee Billah, tetap menjabat sebagai Menteri Senior di Kantor Perdana Menteri.

Penunjukan Abdul Mateen sebagai menteri luar negeri menarik perhatian karena menempatkan salah satu figur kerajaan paling populer di garis depan diplomasi Brunei. Pria berusia 34 tahun itu dikenal sebagai atlet polo dan memiliki jutaan pengikut di media sosial, menjadikannya salah satu anggota keluarga kerajaan Asia Tenggara yang paling dikenal publik internasional.

Perombakan kabinet juga mencakup pembentukan tiga posisi menteri baru untuk memperkuat koordinasi kebijakan pemerintah. Selain itu, Kementerian Sumber Daya Primer dan Pariwisata akan direstrukturisasi menjadi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri.

Menurut Sultan Hassanal, langkah tersebut bertujuan mempercepat pengembangan sektor prioritas, memperkuat diversifikasi ekonomi, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Reshuffle kali ini juga mencatat jumlah pejabat perempuan terbanyak dalam sejarah kabinet Brunei, termasuk pengangkatan seorang menteri pendidikan dan tiga wakil menteri perempuan.

Perubahan susunan kabinet dilakukan di tengah tantangan ekonomi dan energi yang dihadapi Brunei. Negara tersebut memperoleh keuntungan dari kenaikan ekspor minyak mentah, produk olahan minyak, dan gas alam dalam beberapa pekan terakhir, tetapi juga harus menanggung lonjakan biaya subsidi energi domestik.

Pemerintah Brunei sebelumnya membentuk komite khusus untuk memantau dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan dan stabilitas energi nasional, sekaligus memperkuat langkah-langkah pengamanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.