Perusahaan rokok terbesar di Korea Selatan berjanji segera menarik iklan terbarunya, menyusul tuduhan serius: rasisme.
Poster yang mempromosikan produk terbaru rokok mereka menampilkan gambar monyet berpakaian ala reporter televisi, lengkap dengan mikrofon, dan menyampaikan, "Afrika telah tiba".
Rokok tersebut adalah bagian dari lini produk baru `This Africa` bikinan perusahaan KT&G -- yang mengklaim mengatakan produk anyar itu mengandung tembakau Afrika yang dipanggang dan dikeringkan dengan cara tradisional.
Parahnya lagi, bungkus rokok juga memuat gambar monyet yang sedang memanggang tembakau di atas perapian.
Skandal poster 'rasis' tersebut bahkan berdampak sampai Afrika. "Kami merasa tersinggung dengan tindakan KT&G yang tak tahu malu dan menghina dengan gambar yang mengejek itu," demikian pernyataan African Tobacco Control Alliance -- aliansi pengendalian tembakau Afrika dalam pernyataan yang menuntut penghentian iklan, seperti dimuat BBC, Rabu 23 Oktober 2013.
Aliansi juga menyebut, adalah tidak memenuhi prasyarat minimal sensitifitas budaya dengan menampilkan monyet untuk mengiklankan rokok 'This Africa'. Lebih jauh lagi, KT&G dianggap mencatut nama Afrika untuk menjual produk 'mematikan'.
"Mengejek Afrika untuk menjual produk yang menyebabkan kematian dan penyakit tidak bisa diterima. Dan kami tak akan diam saja melihat eksploitasi Afrika oleh perusahaan tembakau."
Iklan-iklan yang dianggap mengejek itu dipajang di convenience shop di seluruh negeri. Sementara, juru bicara KT&G mengatakan, iklan tersebut akan ditarik bulan ini.
Ia mengatakan, kontroversi iklan tersebut sangat 'disesalkan' dan perusahaan ingin menghilangkan kekhawatiran rasisme.
"Sama sekali tak ada niat dari kami untuk menyinggung siapapun. Kami memilih monyet hanya karena mereka adalah hewan yang menyenangkan, yang mengingatkan kita pada Afrika," kata dia.
Apalagi, juru bicara itu menambahkan, produk terbaru perusahaan mengandung tembakau yang diproduksi dengan gaya tradisional Afrika. "Jadi kami hanya mencoba mengadopsi gambar yang melambangkan sifat Afrika."
Meski menarik iklannya, perusahaan memutuskan tetap mempertahankan gambar di bungkus rokok. (Ein/Yus)
Poster yang mempromosikan produk terbaru rokok mereka menampilkan gambar monyet berpakaian ala reporter televisi, lengkap dengan mikrofon, dan menyampaikan, "Afrika telah tiba".
Rokok tersebut adalah bagian dari lini produk baru `This Africa` bikinan perusahaan KT&G -- yang mengklaim mengatakan produk anyar itu mengandung tembakau Afrika yang dipanggang dan dikeringkan dengan cara tradisional.
Parahnya lagi, bungkus rokok juga memuat gambar monyet yang sedang memanggang tembakau di atas perapian.
Skandal poster 'rasis' tersebut bahkan berdampak sampai Afrika. "Kami merasa tersinggung dengan tindakan KT&G yang tak tahu malu dan menghina dengan gambar yang mengejek itu," demikian pernyataan African Tobacco Control Alliance -- aliansi pengendalian tembakau Afrika dalam pernyataan yang menuntut penghentian iklan, seperti dimuat BBC, Rabu 23 Oktober 2013.
Aliansi juga menyebut, adalah tidak memenuhi prasyarat minimal sensitifitas budaya dengan menampilkan monyet untuk mengiklankan rokok 'This Africa'. Lebih jauh lagi, KT&G dianggap mencatut nama Afrika untuk menjual produk 'mematikan'.
"Mengejek Afrika untuk menjual produk yang menyebabkan kematian dan penyakit tidak bisa diterima. Dan kami tak akan diam saja melihat eksploitasi Afrika oleh perusahaan tembakau."
Iklan-iklan yang dianggap mengejek itu dipajang di convenience shop di seluruh negeri. Sementara, juru bicara KT&G mengatakan, iklan tersebut akan ditarik bulan ini.
Ia mengatakan, kontroversi iklan tersebut sangat 'disesalkan' dan perusahaan ingin menghilangkan kekhawatiran rasisme.
"Sama sekali tak ada niat dari kami untuk menyinggung siapapun. Kami memilih monyet hanya karena mereka adalah hewan yang menyenangkan, yang mengingatkan kita pada Afrika," kata dia.
Apalagi, juru bicara itu menambahkan, produk terbaru perusahaan mengandung tembakau yang diproduksi dengan gaya tradisional Afrika. "Jadi kami hanya mencoba mengadopsi gambar yang melambangkan sifat Afrika."
Meski menarik iklannya, perusahaan memutuskan tetap mempertahankan gambar di bungkus rokok. (Ein/Yus)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/12872/original/rokok-rasis-131024b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256941/original/035574200_1781177622-IMG_1647.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555481/original/007026600_1776159118-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369206/original/047420200_1759458941-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046085/original/053383100_1581323844-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4575133/original/042307900_1694670021-kereta_kim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315879/original/074035200_1785900473-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1589558/original/029708200_1494329884-170329_01_Focus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694575/original/019523900_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP2.jpg)