Balita Tewas Setelah Ditinggal di Dalam Mobil Saat Panas Ekstrem Melanda Spanyol

Mirisnya, sang ayah tidak menyadari telah meninggalkan putrinya di dalam mobil.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 10:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madrid - Seorang anak perempuan berusia dua tahun meninggal dunia akibat sengatan panas di wilayah barat laut Spanyol setelah tanpa sengaja ditinggalkan di dalam mobil ayahnya. Peristiwa ini terjadi saat cuaca panas ekstrem melanda kawasan tersebut dan menyebabkan suhu di beberapa daerah diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius.   

Balita, yang identitasnya tidak disebutkan, itu mengalami henti jantung pada Rabu (20/5/2026) sore setelah berada selama beberapa jam di dalam kendaraan di Kota Brion, Galicia. Peristiwa itu terjadi setelah sang ayah lupa mengantarnya ke tempat penitipan anak.

Menurut sejumlah laporan media seperti dikutip dari The Guardian, pria tersebut sebelumnya telah mengantar anaknya yang lebih besar ke sekolah pada pagi hari dan berniat menurunkan balita itu di tempat penitipan anak. Namun, ia terdistraksi oleh sebuah panggilan telepon. Alih-alih menuju tempat penitipan anak, ia langsung pergi bekerja dan meninggalkan anak itu di dalam mobil.

Kejadian tragis ini baru terungkap pada sore hari ketika ibu sang anak datang untuk menjemput putrinya di tempat penitipan sekitar pukul 15.00 dan diberi tahu bahwa anak tersebut tidak pernah diantar pagi itu. Menyadari apa yang telah terjadi, kedua orang tua itu segera menghubungi layanan darurat.

Anak malang tersebut kemudian dibawa ke pusat kesehatan di Kota Bertamirans yang berada di dekat lokasi kejadian, namun dinyatakan meninggal dunia.

Polisi sedang menyelidiki insiden ini dan keluarga korban kini menerima dukungan psikologis.

Dewan Kota Brion menetapkan dua hari masa berkabung resmi untuk mengenang anak perempuan tersebut dan menyatakan bahwa satu menit mengheningkan cipta akan dilakukan pada Jumat (22/5).

"Kami ingin menyampaikan belasungkawa terdalam dan seluruh dukungan kami kepada keluarga anak perempuan yang kehilangan nyawanya di Brion kemarin, serta kepada semua teman-temannya. Kami juga menyediakan seluruh sumber daya pemerintah daerah yang mereka butuhkan untuk menghadapi masa sulit ini," kata dewan kota tersebut. "Semoga ia beristirahat dengan tenang."    

Perubahan Iklim

Spanyol saat ini tengah mengalami cuaca panas yang biasanya baru terjadi pada pertengahan musim panas.

Badan meteorologi negara, Aemet, mengatakan bahwa suhu yang sangat tinggi dapat mencapai 36 hingga 38 derajat Celsius di beberapa wilayah selatan negara itu.

"Sepanjang Mei, kami mencatat periode suhu yang lebih rendah dari normal dalam waktu yang cukup panjang," sebut badan itu. "Kini situasinya berbalik total. Hampir seluruh wilayah negara mengalami suhu yang sangat tinggi untuk periode seperti sekarang. Bahkan, dalam beberapa hari ke depan, rekor suhu bisa saja terpecahkan."   

Aemet menyatakan bahwa periode panas, yang secara teknis belum memenuhi kriteria untuk disebut gelombang panas, kemungkinan akan berlangsung hingga pertengahan pekan depan.

Spanyol, yang merupakan salah satu negara Eropa paling terdampak oleh krisis iklim, dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan jumlah gelombang panas dan lonjakan besar kebakaran hutan.

Sebuah studi Aemet pada 2022 menemukan bahwa kemunculan suhu 30 derajat Celsius di seluruh wilayah Spanyol dan Kepulauan Balearic kini terjadi rata-rata 20 hingga 40 hari lebih awal dibandingkan dalam periode 71 tahun sebelumnya.

"Musim panas sedang mengambil alih musim semi," ungkap juru bicara Aemet, Ruben del Campo, kepada El Pais saat itu. "Apa yang terjadi sekarang sangat sesuai dengan situasi ketika planet menjadi lebih hangat,” ujarnya, seraya menambahkan, "Kenaikan suhu merupakan konsekuensi langsung dan nyata dari perubahan iklim … Iklim di Spanyol bukan lagi seperti yang dulu kita kenal. Kini menjadi lebih ekstrem."

Spanyol mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarahnya pada Agustus 2021, ketika suhu udara di Kota La Rambla, Andalusia, dekat Cordoba, mencapai 47,6 derajat Celsius.