Israel Dirikan Pangkalan Militer Rahasia di Irak demi Lawan Iran

Apakah Irak mengetahui pangkalan militer Israel ini?

Diterbitkan 10 Mei 2026, 10:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Israel dilaporkan membangun sebuah pangkalan militer rahasia di kawasan gurun Irak untuk mendukung operasi udara melawan Iran. Laporan tersebut disampaikan The Wall Street Journal pada Sabtu (9/5/2026) dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui langsung persoalan itu.

Menurut laporan tersebut seperti yang dikutip kantor berita Anadolu, pada awal konflik pasukan Israel sempat melancarkan serangan udara terhadap pasukan Irak yang hampir menemukan lokasi pangkalan rahasia itu.

Surat kabar itu juga menyebutkan bahwa pangkalan dibangun sesaat sebelum perang dimulai dengan sepengetahuan Amerika Serikat (AS). Lokasi itu kemudian digunakan oleh pasukan khusus Israel sebagai pusat logistik untuk mendukung operasi Angkatan Udara Israel.

Selain itu, tim pencarian dan penyelamatan dilaporkan ditempatkan di pangkalan tersebut untuk mengevakuasi pilot Israel yang kemungkinan jatuh saat operasi berlangsung. Namun, pada akhirnya tidak ada misi penyelamatan seperti itu yang diperlukan.

Laporan yang sama menambahkan bahwa setelah sebuah jet tempur F-15 milik AS ditembak jatuh di dekat Isfahan, Israel sempat menawarkan bantuan. Meski begitu, pasukan AS berhasil menyelamatkan sendiri dua awak pesawat tersebut. Pasukan Israel sendiri dilaporkan tetap melakukan serangan udara guna membantu mengamankan jalannya misi penyelamatan itu.

 

Temuan Penggembala

Keberadaan pangkalan Israel hampir terungkap pada awal Maret. Saat itu, media pemerintah Irak melaporkan bahwa seorang penggembala melihat aktivitas militer mencurigakan di kawasan tersebut, termasuk pergerakan helikopter. Temuan itu kemudian mendorong pasukan Irak untuk melakukan penyelidikan.

Menurut laporan itu, Israel lalu merespons dengan melancarkan serangan udara yang membuat pasukan Irak tidak berhasil mencapai lokasi pangkalan tersebut.

Pihak militer Israel menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Pemerintah Irak pada saat itu mengecam serangan yang menewaskan seorang tentara Irak tersebut.

"Operasi sembrono ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan," kata Qais Al-Muhammadawi, wakil komandan Komando Operasi Gabungan Irak, kepada media pemerintah Irak setelah insiden yang terjadi pada Maret itu.

Ketegangan di kawasan meningkat tajam sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu memicu aksi balasan dari Iran terhadap Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta menyebabkan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan damai permanen. Setelah itu, Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata tanpa menyebut batas waktu berakhirnya.