Macron Desak Israel Akhiri Ambisi Teritorialnya di Lebanon

Pernyataan ini disampaikan Macron saat bertemu dengan PM Lebanon.

Diterbitkan 22 April 2026, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan kepada Israel untuk melepaskan ambisi teritorialnya, seraya menegaskan bahwa solusi politik merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan saat ia menjamu Perdana Menteri (PM) Lebanon Nawaf Salam di Istana Elysee.

Dalam konferensi pers bersama, Macron mengatakan Israel harus menarik diri dari wilayah Lebanon dan meninggalkan klaim teritorial apa pun. Ia memperingatkan bahwa gencatan senjata saat ini masih rapuh.

"Satu-satunya cara menuju perdamaian adalah melalui kesepakatan politik antara Israel dan Lebanon yang menjamin keamanan kedua negara dan integritas teritorial Lebanon," ujarnya seperti dikutip dari laporan TRT.

Macron juga mengakui adanya apa yang ia sebut sebagai "pertanyaan yang sah" mengenai apakah Uni Eropa perlu menangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel jika negara tersebut terus menjalankan kebijakan yang bertentangan dengan sejarahnya, khususnya di Lebanon.

Namun, ia mengingatkan agar tidak terburu-buru meningkatkan ketegangan.

"Baru beberapa hari sejak Israel menyetujui gencatan senjata di Lebanon dan terlibat dalam pembicaraan, bukan waktunya untuk tergesa-gesa menuju konfrontasi," bebernya. 

"Tetapi jelas, situasi tidak bisa terus berlanjut seperti beberapa tahun lalu," tambahnya.

Presiden Prancis itu menekankan bahwa memperkuat gencatan senjata yang rapuh tetap menjadi prioritas. Ia menekankan bahwa upaya tersebut tidak akan terselesaikan dalam beberapa jam atau beberapa hari."

Sementara itu, Salam kembali menegaskan tuntutan Lebanon atas penarikan total pasukan Israel, serta pemulangan para tahanan dan warga yang mengungsi.

Menanggapi dinamika internal, Macron mengatakan kelompok Hizbullah harus dilucuti "oleh rakyat Lebanon sendiri".

 

Di bidang kemanusiaan, Salam menyatakan Lebanon membutuhkan dana sebesar 500 juta euro dalam enam bulan ke depan.

Macron pun berjanji akan melanjutkan dukungan Prancis dengan mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen dalam upaya pembangunan kembali Lebanon. Tidak hanya itu, Prancis menyatakan akan tetap terlibat dan membantu di Lebanon, bahkan jika misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) sudah selesai atau tidak diperpanjang setelah tahun 2026.Â