Liputan6.com, Teheran - Pemerintah Iran mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz jika Amerika Serikat tidak mencabut blokade angkatan laut yang masih berlangsung. Ancaman tersebut disampaikan melalui laporan kantor berita Fars News Agency yang mengutip sumber dekat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Menurut sumber tersebut, Teheran menilai kelanjutan blokade oleh Amerika Serikat sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi oleh Pakistan, dikutip dari laman Iranintl.com, Sabtu (18/4/2026).
Dalam kesepakatan awal, Iran disebut menyetujui pembukaan terbatas jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan mengizinkan sejumlah kapal melintas setiap hari. Namun, pengaturan tersebut sempat ditangguhkan karena gencatan senjata tidak diterapkan secara menyeluruh di Lebanon, khususnya dalam konflik antara Hezbollah dan Israel.
Advertisement
Setelah gencatan senjata di Lebanon mulai berlaku, Iran kembali membuka Selat Hormuz dengan sejumlah persyaratan ketat. Pertama, hanya kapal komersial yang diizinkan melintas, sementara kapal militer dilarang. Kedua, kapal dan muatannya tidak boleh terkait dengan negara yang dianggap sebagai musuh oleh Iran. Ketiga, seluruh pelayaran wajib mengikuti rute yang ditentukan serta berkoordinasi dengan otoritas Iran yang mengawasi jalur tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi global, sehingga setiap gangguan terhadap akses di kawasan tersebut berpotensi memicu dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan internasional.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait ancaman terbaru dari Iran tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315988/original/057519300_1785907171-Screenshot_2026-08-05_115928.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261711/original/021340900_1750682308-AP23139497868577.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905612/original/074102400_1722379583-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540813/original/050677600_1774835815-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5101914/original/040000200_1737420852-20250121-Trump_Temui_Pendukungnya-AFP_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546340/original/050246100_1775287307-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299293/original/022291200_1784207987-Untitled.jpg)