AS dan Iran Akan Berunding pada 10 April di Ibu Kota Pakistan

Dipilihnya ibu kota Pakistan tidak lepas dari peran negara ini sebagai mediator.

Diterbitkan 09 April 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Iran menyatakan telah menyepakati jeda perang selama dua minggu dengan Amerika Serikat (AS), sebagaimana diumumkan oleh Dewan Keamanan Nasional Iran pada Rabu (8/4/2026). Dalam pernyataan tersebut, Teheran juga mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Washington akan dimulai pada Jumat (10/4) di Islamabad, ibu kota Pakistan, berdasarkan proposal 10 poin yang diajukan Iran.

Kesepakatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia menunda ancaman untuk mengakhiri peradaban Iran dan akan menangguhkan serangan terhadap negara tersebut selama dua minggu.

Trump mengatakan bahwa gencatan senjata bergantung pada kesediaan Iran untuk menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara "penuh, segera, dan aman", yakni jalur perairan sempit yang menghubungkan Teluk dengan Laut Arab dan dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Sebelumnya, Iran memberlakukan blokade parsial di Selat Hormuz setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari. Langkah tersebut mengganggu perdagangan global, memicu kenaikan harga minyak, serta menyebabkan kelangkaan bahan bakar di berbagai negara.

Serangan balasan Iran turut berdampak luas di kawasan Teluk dan melibatkan kelompok sekutunya, seperti Hizbullah di Lebanon dan kelompok Houthi di Yaman. Keduanya melancarkan serangan terhadap Israel, sehingga memperluas konflik di kawasan.

Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menyebut bahwa AS telah "memenuhi dan melampaui" seluruh tujuan militernya, serta mengklaim bahwa kedua pihak sudah sangat dekat dengan kesepakatan damai jangka panjang. Ia mengatakan pula bahwa proposal 10 poin dari Iran dianggap sebagai dasar yang dapat diterima untuk negosiasi.

Menurut Trump, sebagian besar perbedaan antara kedua negara telah disepakati dan masa gencatan dua minggu ini akan dimanfaatkan untuk menyelesaikan serta merampungkan kesepakatan akhir.Berikut pernyataan lengkap Trump saat mengumumkan jeda perang Iran:

 

Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan destruktif yang akan dikerahkan malam ini ke Iran, serta dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah.

Alasan dari keputusan ini adalah karena kita telah mencapai dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan meyakini bahwa proposal tersebut merupakan dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi.

Hampir semua poin perselisihan di masa lalu antara AS dan Iran telah disepakati, namun periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk difinalisasi dan disahkan.

Atas nama AS, sebagai presiden, dan juga mewakili negara-negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan bagi saya melihat masalah jangka panjang ini hampir mencapai penyelesaian.

Terima kasih atas perhatian Anda.

 

 

Proposal 10 Poin Iran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang berbicara atas nama Dewan Keamanan Nasional Iran, mengonfirmasi persetujuan atas jeda perang. Ia menyatakan bahwa jika serangan terhadap Iran dihentikan maka angkatan bersenjata Iran pun akan menghentikan operasi pertahanannya.

Araghchi menambahkan bahwa jalur aman di Selat Hormuz akan dibuka melalui koordinasi dengan militer Iran dan keputusan ini diambil setelah AS menerima kerangka umum proposal Iran sebagai dasar perundingan.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata segera di semua wilayah, termasuk Lebanon. Ia menyebut langkah ini berlaku efektif segera dan mengundang delegasi AS dan Iran untuk melanjutkan perundingan di Islamabad pada 10 April 2026 guna mencapai kesepakatan final.

Menurut Dewan Keamanan Nasional Iran, proposal 10 poin tersebut mencakup tuntutan agar Iran memiliki dominasi dan pengawasan atas Selat Hormuz, yang dinilai akan memberikan posisi ekonomi dan geopolitik yang strategis.

Selain itu, proposal tersebut juga meminta penarikan seluruh pasukan tempur AS dari pangkalan di Timur Tengah, penghentian operasi militer terhadap kelompok sekutu Iran, pembayaran kompensasi penuh atas kerusakan akibat perang, serta pencabutan seluruh sanksi oleh AS, Dewan Keamanan PBB, dan Badan Energi Atom Internasional.

Iran menuntut pula pembebasan aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri serta pengesahan kesepakatan akhir dalam resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat.

Meski menyetujui perundingan, Dewan Keamanan Nasional Iran menegaskan bahwa Teheran tetap "sepenuhnya tidak percaya" terhadap pihak AS. Iran menetapkan waktu dua minggu untuk proses negosiasi, yang dapat diperpanjang jika disepakati kedua pihak.

Dewan tersebut juga memperingatkan bahwa Iran siap merespons dengan "kekuatan penuh" jika terjadi kesalahan sekecil apa pun dari pihak lawan.

Di sisi lain, Israel menyatakan mendukung keputusan Trump, namun menegaskan bahwa penangguhan serangan yang diumumkan Trump tidak mencakup operasi militernya di Lebanon.Â