Liputan6.com, Beijing - Pemerintah China memperketat pengawasan terhadap industri dana investasi swasta dan skema pembiayaan berbasis modal negara yang selama ini menjadi tulang punggung pendanaan perusahaan teknologi dalam negeri. Langkah tersebut muncul di tengah sorotan terhadap ekspansi agresif Dreame Technology, produsen robot penyedot debu terbesar di dunia.
Dalam waktu hampir bersamaan pada awal bulan ini, sejumlah pemerintah daerah di China meminta perusahaan-perusahaan untuk mengungkap hubungan keuangan mereka dengan entitas yang terkait dengan Dreame. Di saat yang sama, Dewan Negara China menerbitkan regulasi baru yang memperketat pengawasan terhadap industri dana investasi swasta senilai sekitar 23 triliun yuan atau setara USD 3,4 triliun.
Kebijakan tersebut mencerminkan upaya Beijing menyeimbangkan ambisi membangun raksasa teknologi nasional dengan kebutuhan mengendalikan risiko keuangan yang muncul akibat derasnya aliran modal negara ke sektor-sektor strategis, dikutip dari CNBC, Minggu (14/6/2026).
Advertisement
Analis Eurasia Group, Dan Wang, menilai pemerintah pusat kini berupaya mengendalikan model investasi bersama yang selama beberapa tahun terakhir digunakan pemerintah daerah untuk menarik perusahaan teknologi ke wilayah mereka.
Menurut Wang, pemerintah daerah sering berlomba menggelontorkan dana ke sektor-sektor yang dianggap strategis tanpa memperhitungkan risiko secara memadai.
"Persaingan itu memicu pemborosan fiskal yang signifikan dan meningkatkan risiko kredit yang pada akhirnya dapat menjadi beban pemerintah pusat," katanya.
Selama beberapa tahun terakhir, banyak pemerintah daerah beralih dari ketergantungan pada pendapatan penjualan lahan ke investasi ekuitas. Melalui dana panduan pemerintah dan modal negara, mereka membeli saham perusahaan rintisan dengan harapan memperoleh keuntungan modal sebagai sumber pendapatan baru.
Perubahan tersebut semakin menonjol setelah banyak investor Barat, khususnya dari Amerika Serikat, mengurangi eksposur mereka ke China akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Kekosongan pendanaan kemudian diisi oleh dana-dana domestik berbasis yuan yang sebagian besar didukung pemerintah.
Â
1.000 Perusahaan Afiliasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4377446/original/006382500_1680165762-Thumbnail_Liputan6.com.jpg)
Salah satu perusahaan yang menjadi perhatian adalah Dreame Technology. Berdasarkan data konsultan riset IDC, Dreame menjadi produsen robot penyedot debu terbesar di dunia berdasarkan penjualan pada kuartal pertama tahun ini.
Namun, bisnis perusahaan tidak lagi terbatas pada perangkat rumah tangga pintar. Sejak berdiri pada 2017, Dreame dilaporkan telah membangun hampir 1.000 perusahaan afiliasi yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kendaraan listrik, telepon pintar, robot humanoid, minuman bubble tea hingga jaringan satelit.
Pendiri Dreame, Yu Hao, bahkan sempat menyatakan pada awal tahun bahwa dirinya ingin membangun ekosistem bisnis yang berpotensi menjadi "perusahaan pertama bernilai USD 100 triliun dalam sejarah manusia".
Ekspansi besar-besaran itu kini menjadi perhatian regulator. Pemerintah di Provinsi Jiangsu dilaporkan meminta perusahaan lokal melakukan audit terhadap keterkaitan bisnis dan investasi mereka dengan entitas yang terafiliasi dengan Dreame.
Pada saat yang sama, akun media sosial Yu Hao di platform Weibo juga dilaporkan ditangguhkan.
Sebagian besar ekspansi Dreame diketahui didukung modal negara. Sky Factory Venture Capital Fund, salah satu investor utama perusahaan, mengelola aset senilai 41,6 miliar yuan. Sekitar 80 persen dana tersebut disebut berasal dari berbagai dana industri milik pemerintah daerah.
Analis Gavekal Dragonomics, Tilly Zhang, mengatakan model pendanaan semacam ini memang dirancang sebagai "modal sabar" untuk mendukung perusahaan teknologi yang membutuhkan waktu panjang untuk berkembang.
Namun, model tersebut juga menciptakan insentif bagi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan prioritas politik pemerintah demi memperoleh pendanaan.
Berbeda dengan Amerika Serikat yang umumnya mendukung industri teknologi melalui hibah, insentif pajak, atau pengadaan pemerintah, pemerintah China di berbagai tingkatan kerap mengambil kepemilikan saham langsung di perusahaan teknologi.
Kondisi itu membuat dana publik terekspos terhadap risiko penurunan valuasi, tata kelola perusahaan, hingga kegagalan investasi.
Â
Advertisement
Target Pemerintah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704247/original/044238300_1547530681-Bendera_China.jpg)
Penelitian Rhodium Group menunjukkan China telah membentuk lebih dari 2.100 dana panduan pemerintah dengan target modal melampaui 11 triliun yuan hingga akhir 2025. Banyak di antaranya dituding menyebabkan tumpang tindih investasi dan pemborosan modal.
Menanggapi kondisi tersebut, Dewan Negara China kini mewajibkan pengawasan yang lebih ketat terhadap pembentukan dana investasi pemerintah baru. Regulasi terbaru juga melarang pemerintah tingkat kabupaten dan distrik mendirikan dana investasi tanpa persetujuan dari otoritas yang lebih tinggi.
Meski menuai kritik, model investasi berbasis modal negara tersebut juga telah menghasilkan sejumlah keberhasilan besar. Salah satu contoh yang kerap dikutip adalah investasi awal pemerintah Kota Hefei pada produsen kendaraan listrik Nio dan perusahaan semikonduktor CXMT, yang kemudian berkembang menjadi pemain penting di industri teknologi China.
Karena itu, tantangan terbesar Beijing saat ini adalah memastikan modal negara tetap mampu mendorong inovasi teknologi tanpa menciptakan gelembung investasi dan risiko keuangan yang lebih besar di masa depan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390489/original/006123400_1761278823-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__96_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311975/original/026307100_1785471706-Screenshot_2026-07-31_103854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3513810/original/047148100_1626531375-yuan_1_eric-prouzet-UipokEnGOyE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311164/original/050745500_1785391030-WhatsApp_Image_2026-07-29_at_10.41.51_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3103190/original/041739700_1586953961-20200415-Kesunyian-Pemakaman-Pasien-Covid-19-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308281/original/024991400_1785134543-Xpeng-Production-1536x864.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308539/original/077567200_1785146475-ChangXin_Memory_Technology__CXMT_-27_Juli_2026e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308186/original/095175200_1785131660-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308189/original/050451800_1785131790-Vivo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307332/original/087306600_1784987684-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307322/original/063733900_1784985555-Untitled.jpg)