Ketua Parlemen Iran: AS Rencanakan Serangan Darat

Pernyataan tersebut muncul pasca lebih dari 3.000 pasukan AS tiba di Timur Tengah.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 07:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Minggu (29/3/2026) menuduh Amerika Serikat (AS) merencanakan serangan darat meskipun secara terbuka mendorong kesepakatan melalui negosiasi, setelah kapal serbu amfibi USS Tripoli yang membawa sekitar 3.500 marinir dan awak kapal tiba di Timur Tengah pada Jumat (27/3).   

Komentar Ghalibaf muncul setelah lebih dari satu bulan pengeboman udara terhadap Iran oleh AS dan Israel, serta ketika sejumlah pemain kunci regional mengadakan pembicaraan di Pakistan.

Perang telah meningkat menjadi konflik regional setelah Iran membalas dengan serangan terhadap negara-negara Teluk dan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang mengguncang pasar energi dan mengancam ekonomi dunia.

"Musuh secara terbuka mengirim pesan negosiasi dan dialog, sementara diam-diam merencanakan serangan darat," kata Ghalibaf dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi IRNA.

"Pasukan kami menunggu kedatangan tentara AS di darat untuk membakar mereka dan menghukum sekutu regional mereka untuk selamanya."

 

Tahap Kritis

Ghalibaf menyerukan persatuan di antara rakyat Iran, dengan mengatakan bahwa perang berada pada titik paling genting atau menentukan.

Selama berminggu-minggu serangan tanpa henti, dampak besar dirasakan oleh warga sipil di negara itu.

"Saya merindukan malam yang tenang," kata seorang seniman di Teheran kepada AFP, seraya menyebut serangan malam hari begitu intens hingga terasa seperti seluruh Teheran bergetar.

Farzaneh, seorang perempuan berusia 62 tahun di Kota Ahvaz di Iran barat yang dihubungi AFP dari Paris, mengatakan, "Orang-orang bangun setiap hari dengan kekhawatiran akan masa depan yang tidak pasti."

Sementara itu, sebuah universitas di Kota Isfahan di Iran tengah mengatakan kampusnya terkena serangan udara AS-Israel pada Minggu untuk kedua kalinya sejak perang dimulai.

Di Teheran, saluran berita Qatar, Al Araby, melaporkan sebuah rudal Israel menghantam gedung yang menampung kantornya.

Rekaman dari dalam kantor menunjukkan jendela pecah dan kaca berserakan.

Di luar, orang-orang terlihat membersihkan tumpukan puing besar.