PBB: Perang Timur Tengah Bisa Sebabkan Kelaparan Global ke Rekor Tertinggi

PBB mengatakan, konflik di Timur Tengah menyebabkan efek domino yang signifikan terhadap operasi kemanusiaan global.

Diterbitkan 19 Maret 2026, 07:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New York - Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (17/3/2026) memperingatkan konflik Timur Tengah dapat mendorong tingkat kelaparan global ke rekor tertinggi sepanjang masa.

"Jika konflik Timur Tengah berlanjut hingga Juni, tambahan 45 juta orang dapat terdorong ke dalam kelaparan akut akibat kenaikan harga," kata Wakil Direktur Eksekutif WFP Carl Skau dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss.

Menurut Skau, konflik tersebut telah menyebabkan efek domino yang signifikan terhadap operasi kemanusiaan global, dengan rantai pasokan WFP menghadapi gangguan paling parah sejak pandemi COVID-19 dan krisis Ukraina, dikutip dari laman Antara News, Kamis (19/3).

Seiring meningkatnya kekerasan di Timur Tengah yang kini memasuki pekan ketiga, berbagai operasi bantuan mengalami durasi pengiriman yang lebih lama dan biaya yang lebih tinggi, ujar Skau.

WFP, yang mengoperasikan ribuan truk di jalan setiap hari, menghadapi kenaikan biaya pengiriman sebesar 18 persen akibat melonjaknya harga minyak.

Lembaga tersebut terpaksa mengurangi jatah makanan bagi masyarakat yang terancam kelaparan di Sudan, dan kini hanya mampu membantu satu dari empat anak yang mengalami kekurangan gizi akut di Afghanistan, yang merupakan pusat krisis malanutrisi terburuk di dunia.

Skau juga menyatakan kekhawatiran atas terganggunya pasar pupuk global akibat "hampir terhentinya" Selat Hormuz, jalur penting bagi seperempat pasokan pupuk dunia.

Dia menekankan lonjakan biaya pangan dan bahan bakar global "dapat membuat jutaan keluarga tidak mampu membeli makanan pokok," serta memperingatkan bahwa negara-negara yang bergantung pada impor akan terdampak paling parah.