Liputan6.com, Abu Dhabi - Seorang turis asal Inggris terancam hukuman penjara hingga dua tahun di Dubai setelah diduga merekam dan menyebarkan video rudal yang menghantam kota tersebut. Penangkapan itu terjadi di tengah langkah pemerintah Uni Emirat Arab memperketat pengawasan terhadap penyebaran informasi terkait serangan yang dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan publik.
Pria berusia 60 tahun yang berasal dari London itu ditangkap bersama sekitar 20 orang lainnya. Mereka didakwa terkait penyebaran video dan unggahan daring yang menampilkan serangan rudal Iran di Dubai, dikutip dari laman Middleeasteye, Minggu (15/3/2026).
Identitas turis tersebut belum diungkapkan secara resmi. Ia dilaporkan segera menghapus rekaman video itu setelah diminta oleh pihak berwenang dan menyatakan tidak memiliki niat untuk melanggar hukum setempat.
Advertisement
Otoritas setempat menuduh pria tersebut melakukan tindakan “menyiarkan, menerbitkan, atau menyebarkan rumor maupun propaganda provokatif yang dapat mengganggu keamanan publik”. Berdasarkan hukum yang berlaku di United Arab Emirates, pelanggaran tersebut dapat dikenai hukuman maksimal dua tahun penjara.
Pemerintah UEA sebelumnya menyatakan akan menindak tegas siapa pun yang menyebarkan informasi yang dinilai dapat memicu kepanikan di masyarakat, khususnya di tengah situasi keamanan yang sensitif.
Dubai sendiri merupakan salah satu kota dengan populasi ekspatriat yang besar, termasuk sekitar 240.000 warga negara Inggris yang tinggal dan bekerja di sana. Dalam beberapa waktu terakhir, kota tersebut menjadi salah satu sasaran serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan Iran.
Radha Stirling, CEO organisasi advokasi Detained in Dubai, mengatakan bahwa undang-undang kejahatan siber di UEA memungkinkan satu unggahan media sosial berujung pada banyak penangkapan.
“Siapa pun yang membagikan, mengunggah ulang, atau bahkan mengomentari konten yang sama dapat menghadapi tuduhan serupa dan namanya dimasukkan dalam dakwaan yang sama,” kata Stirling.
Menurutnya, meski rumusan pasal tersebut dianggap luas, tuduhan yang diajukan tetap serius dan dapat berujung pada hukuman penjara yang cukup panjang.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam beberapa kasus tertentu, individu dapat ditahan berdasarkan undang-undang keamanan nasional, yang memungkinkan penahanan dalam jangka waktu lama serta pembatasan akses terhadap bantuan konsuler.
Tanggapan Pengamat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1071836/original/021479300_1448938529-penjara.jpg)
Sementara itu, akademisi dari King's College London, Andreas Krieg, menilai penanganan kasus tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap citra Dubai sebagai pusat bisnis internasional.
“UEA seharusnya mempertimbangkan dampaknya secara lebih luas, terutama pada saat mereka perlu meyakinkan komunitas ekspatriat untuk tetap tinggal atau kembali ke Dubai,” ujarnya.
Dalam dua pekan terakhir, citra global Dubai sebagai pusat bisnis dan destinasi wisata dinilai menghadapi tekanan setelah sejumlah fasilitas penting dilaporkan terkena serangan rudal dan drone. Beberapa bangunan yang terdampak antara lain bandara kota serta hotel ikonik Fairmont The Palm di kawasan Palm Jumeirah.
Serangan yang terjadi di sejumlah negara Teluk tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 warga sipil. Di Uni Emirat Arab sendiri, seluruh korban sipil yang tercatat merupakan pekerja migran.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah UEA memperketat pengawasan terhadap konten media sosial yang menampilkan dampak serangan. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas publik dan melindungi reputasi negara.
Pada saat yang sama, sejumlah kreator konten dan influencer yang berbasis di Dubai terlihat membagikan unggahan yang mendukung pemerintah serta memuji kepemimpinan penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411698/original/040353100_1479708120-Inggris.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659756/original/038409700_1782684252-063_2283754697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8580969/original/043486100_1782541050-Jumhur.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3278093/original/067513400_1603687908-scam-2048851_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4417797/original/068949800_1683380482-AP23126487037445.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5660676/original/085940500_1778299412-WhatsApp_Image_2026-05-09_at_08.30.55.jpeg)