WNI Peziarah Rohani Terjebak di Yordania, Kemlu RI Pastikan KBRI Amman Responsif

Simak pernyataan Kemlu RI selengkapnya berikut ini.

Diterbitkan 05 Maret 2026, 14:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) meluruskan informasi yang menyebutkan bahwa Kedutaan Besar RI (KBRI) di Amman, Yordania, tidak merespons kondisi sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) peserta ziarah rohani yang terjebak di Amman sejak Minggu (1/3/2026).

Melalui video yang beredar, tour leader kelompok tersebut menyatakan bahwa pihaknya kebingungan menyusul pembatalan penerbangan yang akan membawa mereka pulang ke tanah air. Dia mengaku sudah menghubungi KBRI Amman, namun tidak direspons.

Kelompok ziarah rohani itu disebut berjumlah 24 orang.

"Terkait informasi yang menyatakan perwakilan RI tidak merespons, KBRI Amman menyatakan informasi tersebut tidak benar. Yang meng-upload juga menyampaikan permohonan maaf karena hanya mencoba dengan berbagai cara secara paralel," sebut pernyataan tertulis Kemlu RI.

"KBRI Amman pada Senin sore (2/3) telah menerima komunkasi dengan salah satu rombongan tersebut. Mereka sampaikan bahwa mereka sedang dalam perjalanan pulang dari Petra ke Amman dan akan terbang dengan Etihad (rute Amman - Jakarta) tanggal 4 Maret 2026. Sehubungan dengan situasi banyaknya penerbangan di cancel, mereka sampaikan concern-nya kepada KBRI terkait kepulangan mereka."

Lebih lanjut Kemlu RI menjelaskan, "KBRI langsung merespons dan sampaikan opsi penerbangan alternatif yang bisa diambil oleh rombongan tersebut sebagaimana KBRI sampaikan ke rombongan wisatawan rohani lain (yang berbeda), yang juga menghubungi KBRI sebelumnya."

"Pada Selasa (3/3), rombongan tersebut kembali menghubungi KBRI dan sampaikan bahwa penerbangan mereka dengan Emirates telah di cancel dan mereka mengaku kesulitan mendapatkan opsi penerbangan alternatif yang disarankan. Mereka meminta Pemerintah Indonesia mengevakuasi mereka. Mereka juga meminta informasi tentang pesawat charter yang available di Yordania," ungkap Kemlu RI.

"⁠KBRI telah sampaikan bahwa saat ini belum ada rencana evakuasi WNI wisatawan yang stranded di Amman. KBRI juga menanyakan kondisi kesehatan rombongan dan akan membantu fasilitasi obat-obatan sekiranya dibutuhkan."

Sementara itu, tindak Lanjut KBRI Amman antara lain:

  1. Terus aktif berkomunikasi dan memantau kondisi rombongan wisatawan tersebut. Sejauh ini tercatat sudah ada 27 WNI wisawatan rohani dari rombongan berbeda yang meninggalkan Yordania dengan penerbangan alternatif via Cairo.
  2. KBRI hari ini akan menindaklanjuti permintaan bantuan obat-obatan dari rombongan wisatawan tersebut.
  3. KBRI masih mencarikan informasi pesawat charter sesuai permintaan mereka.
  4. Sesuai hasil komunikasi dengan mereka tadi malam, KBRI tengah menyiapkan konsumsi (menu khas Indonesia) dan akan mengirimkannya kepada mereka sore ini.

Penyebab utama para WNI tersebut terjebak di Amman adalah pembatalan massal penerbangan internasional secara mendadak dipicu oleh kondisi keamanan regional yang memburuk menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2).