19 Februari 1913: Pedro Lascurain Jadi Presiden Meksiko Selama 45 Menit

Februari 1913 menjadi saksi bagaimana Lascurain mencatatkan namanya sebagai presiden dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah.

Diterbitkan 19 Februari 2026, 06:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kota Meksiko - Pada 19 Februari 1913, dunia menyaksikan sebuah peristiwa politik yang begitu luar biasa—sebuah kepresidenan yang bertahan kurang dari satu jam. Pedro Lascurain, seorang politikus sipil dari Meksiko, tercatat dalam sejarah sebagai kepala negara dengan masa jabatan terpendek yang pernah tercatat di dunia, menjabat hanya sekitar 45 menit sebelum menyerahkan kekuasaan kepada tokoh lain.

Siapa Pedro Lascurain?

Mengutip History.com, Pedro Jose Domingo de la Calzada Manuel Maria Lascurain Paredes lahir di Kota Mexico pada 8 Mei 1856. Seorang pengacara dan politikus, Lascurain berkarier di pemerintahan sebagai menteri luar negeri Meksiko di bawah presiden reformis Francisco I. Madero. Ia tidak dikenal sebagai figur militer atau penyokong kudeta—melainkan sosok sipil yang masuk dalam lingkaran pemerintahan pada masa Revolusi Meksiko.

Tahun 1913 adalah masa gejolak politik ekstrem di Meksiko. Revolusi yang dimulai pada 1910 menghadirkan konflik antara berbagai faksi. Pada Februari 1913, terjadi sebuah kudeta militer besar-besaran yang dikenal sebagai La Decena Tragica (Sepuluh Hari Tragedi) —upaya menggulingkan pemerintahan sah Presiden Madero oleh Jenderal Victoriano Huerta—yang memaksa presiden dan wakil presiden mengundurkan diri di bawah tekanan.

Dalam kekosongan kekuasaan itu, konstitusi Meksiko saat itu menetapkan urutan suksesi: jika jabatan presiden kosong, posisi akan jatuh kepada pejabat tertinggi berikutnya dalam kabinet, yaitu menteri luar negeri. Lascurain yang menjabat posisi tersebut pada saat itu, secara konstitusional diangkat menjadi presiden sementara untuk mengisi vakum kekuasaan.

 

Mengapa Masa Jabatannya Begitu Singkat?

Lascurain tidak dimaksudkan untuk memimpin jangka panjang. Tujuan utamanya hanya satu: menjadikan kudeta tampak sah secara hukum.

Dalam selang waktu sekitar 45 menit, Lascurain menjalankan tugas formalnya sebagai presiden—yang paling penting adalah mengangkat Huerta sebagai menteri dalam negeri. Karena posisi itu berada lebih tinggi dalam garis suksesi, setelah Lascurain mengundurkan diri, Huerta otomatis menjadi presiden berikutnya.

Encyclopaedia Britannica dan sejumlah studi Revolusi Meksiko mencatat bahwa Lascurain menyatakan tindakannya bertujuan mencegah pertumpahan darah lebih lanjut dan melindungi Madero dari ancaman pembunuhan. Dalam konteks itu, beberapa sejarawan melihatnya sebagai pejabat sipil yang bertindak di bawah tekanan militer yang luar biasa kuat, bukan sebagai arsitek kudeta. Militer berada di bawah kendali Huerta dan ruang negosiasi sipil nyaris tidak ada.

Guinness World Records mencatat bahwa masa jabatan Lascurain adalah yang terpendek dalam sejarah pemerintahan dunia, sebuah catatan unik yang tak tergoyahkan hingga kini.

Kepresidenan super pendek Lascurain tidak menyelamatkan negara dari pergolakan. Begitu Huerta mengambil alih kekuasaan, ia berusaha memusatkan otoritasnya sendiri dan memerintah sebagai pemimpin de facto, yang kemudian memicu perlawanan dan peperangan lanjutan oleh faksi revolusioner lain.

Rezim baru itu tidak bertahan lama, tetapi konsekuensinya terhadap sejarah Meksiko sangat besar.

Bagaimana akhir kisah Lascurain? Setelah lengser, ia meninggalkan politik dan kembali menjadi pengacara, menjauh dari hiruk-pikuk kekuasaan. Ia hidup hingga usia lanjut dan wafat pada 21 Juli 1952, tetapi namanya tetap tercatat dalam buku sejarah sebagai salah satu kisah paling aneh dan singkat dalam sejarah pemerintahan.