Kapal Induk Kedua AS Dilaporkan Siap Berlayar ke Timur Tengah untuk Tekan Iran

Kapal induk apa yang disebut akan dikirimkan AS? Berikut penjelasannya.

Diterbitkan 13 Februari 2026, 16:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Amerika Serikat (AS) akan mengirim kapal induk terbesar di dunia ke Timur Tengah untuk memperkuat kapal induk lain yang sudah lebih dulu berada di kawasan itu. Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut pada Jumat (13/2/2026), sebagai bagian dari upaya Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran agar menyepakati perjanjian terkait program nuklirnya.

Mengutip laporan Associated Press, kapal induk yang dimaksudkan akan dikerahkan ke Timur Tengah adalah USS Gerald R. Ford.

Sejumlah negara Arab di kawasan Teluk telah memperingatkan bahwa setiap serangan dapat memicu konflik regional baru di Timur Tengah, yang hingga kini masih terdampak perang Israel-Hamas di Jalur Gaza. 

Penempatan USS Gerald R. Ford, yang pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, akan membuat dua kapal induk beserta kapal-kapal perang pendampingnya berada di kawasan tersebut. Saat ini, USS Abraham Lincoln bersama sejumlah kapal perusak berpeluru kendali sudah berada di Laut Arab.

Sumber yang berbicara kepada Associated Press mengenai pengerahan tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas pergerakan militer yang sensitif.

Pengerahan ini menandai pergerakan cepat bagi USS Gerald R. Ford. Sebelumnya, pada Oktober lalu, Trump memerintahkan kapal tersebut berpindah dari Laut Mediterania ke Karibia sebagai bagian dari peningkatan kehadiran militer besar-besaran menjelang operasi mendadak bulan lalu yang berujung pada penangkapan presiden Venezuela saat itu, Nicolas Maduro.

 

 

 

Ancaman Trump

Pada Kamis (12/2), Trump memperingatkan Iran bahwa kegagalan mencapai kesepakatan nuklir dengan pemerintahannya akan berdampak "sangat traumatis". Iran dan AS sebelumnya telah menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman pekan lalu.

Menanggapi pertanyaan mengenai batas waktu tercapainya kesepakatan nuklir dengan Iran, Trump menyatakan, "Saya kira dalam satu bulan ke depan, kira-kira seperti itu. Itu seharusnya terjadi dengan cepat. Mereka harus segera setuju."

Trump juga mengatakan kepada Axios awal pekan ini bahwa ia mempertimbangkan pengiriman kelompok kapal induk kedua ke Timur Tengah.

Pada Rabu (11/2), Trump mengadakan pembicaraan panjang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menegaskan kepada pemimpin Israel tersebut bahwa negosiasi dengan Iran perlu terus dilanjutkan. Netanyahu mendesak pemerintah AS untuk menekan Teheran agar membatasi program rudal balistiknya dan menghentikan dukungannya terhadap kelompok militan seperti Hamas dan Hizbullah sebagai bagian dari kesepakatan apa pun yang dicapai.

USS Ford memulai penugasannya pada akhir Juni 2025. Artinya, dalam dua minggu ke depan, masa tugas awak kapal itu akan genap delapan bulan sejak diberangkatkan. Hingga kini belum diketahui berapa lama kapal tersebut akan tetap berada di Timur Tengah, sehingga masa penugasan awaknya berpotensi menjadi lebih lama dari biasanya.   

Gedung Putih belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait pengerahan tersebut.

Di dalam negeri, Iran dilaporkan masih menghadapi kemarahan publik akibat tindakan keras aparat terhadap aksi protes dan bentuk perbedaan pendapat yang terjadi belakangan ini. Situasi ini diperkirakan kembali memanas dalam beberapa hari ke depan, seiring dimulainya tradisi berkabung 40 hari oleh keluarga korban untuk mengenang anggota keluarga mereka yang meninggal dunia.   

Â