Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump, pada Kamis (12/2/2026) mengancam Iran dengan konsekuensi yang disebutnya "sangat traumatis" apabila negara itu gagal mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah ia menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.
Berbicara kepada wartawan, Trump menyatakan harapannya agar negosiasi mengenai program nuklir Iran dapat menghasilkan kesepakatan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.
"Kita harus membuat kesepakatan, jika tidak, ini akan sangat traumatis, sangat traumatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus membuat kesepakatan," kata Trump seperti dikutip dari laporan CNA. "Ini akan sangat traumatis bagi Iran jika mereka tidak membuat kesepakatan."
Advertisement
Trump juga mengungkapkan bahwa ia tengah mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah guna meningkatkan tekanan terhadap Iran. Ia mengingatkan kembali serangan militer ASÂ terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juli tahun lalu.
"Kita lihat apakah kita bisa mendapatkan kesepakatan dengan mereka, dan jika tidak, kita akan masuk ke fase dua. Fase dua akan sangat berat bagi mereka," ujar Trump.
Netanyahu sendiri datang ke AS untuk mendorong Trump mengambil sikap yang lebih tegas dalam perundingan nuklir dengan Iran, terutama agar mencakup persenjataan rudal balistik Republik Islam tersebut.
Namun, kedua pemimpin diyakini memiliki perbedaan pandangan. Setelah pertemuan di Gedung Putih pada Rabu (11/2), Trump menegaskan bahwa ia bersikeras agar negosiasi tetap dilanjutkan.
Sementara itu, sebelum kembali ke Israel pada Kamis, Netanyahu mengatakan bahwa Trump meyakini dirinya sedang menciptakan kondisi yang memungkinkan tercapainya kesepakatan.
"Ia meyakini bahwa langkah-langkah yang sedang ia ambil saat ini, ditambah dengan kesadaran Iran bahwa mereka telah membuat kesalahan karena sebelumnya tidak mencapai kesepakatan, bisa membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan yang lebih baik," ungkap Netanyahu dalam pernyataan video dari kantornya.
Meski demikian, Netanyahu menegaskan keraguannya.
"Saya secara terbuka menyampaikan keraguan terhadap kualitas kesepakatan apa pun yang dibuat dengan Iran," tuturnya.
Menurut Netanyahu, setiap kesepakatan harus mencakup unsur-unsur yang penting bagi Israel, termasuk program rudal balistik Iran serta dukungannya terhadap kelompok bersenjata seperti gerakan di Palestina Hamas, pemberontak Houthi di Yaman, dan Hizbullah di Lebanon.
"Ini bukan hanya soal isu nuklir," tegasnya.
Â
Dukungan Trump untuk Netanyahu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5121361/original/093881000_1738721470-Untitled.jpg)
Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai Iran, Trump menunjukkan dukungan pribadinya terhadap Netanyahu. Ia mengkritik Presiden Israel Isaac Herzog, yang menolak permintaannya untuk memberikan pengampunan kepada Netanyahu dalam kasus tuduhan korupsi yang menjeratnya.
"Anda memiliki seorang presiden yang menolak memberinya pengampunan. Saya pikir orang itu seharusnya merasa malu," kata Trump.
Trump sebelumnya berulang kali mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer AS terhadap Iran menyusul dugaan penindakan keras yang mematikan terhadap demonstrasi di negara itu bulan lalu, meskipun Washington dan Teheran telah kembali memulai pembicaraan pekan lalu melalui pertemuan di Oman.Â
Putaran perundingan terakhir antara kedua negara sempat terhenti akibat konflik bersenjata Israel versus Iran serta serangan AS.
Sejauh ini, Iran menolak memperluas ruang lingkup pembicaraan baru di luar isu program nuklirnya. Iran tegas membantah sedang mengupayakan senjata nuklir dan menyatakan tidak akan tunduk pada "tuntutan berlebihan" terkait hal tersebut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563534/original/033369400_1776904230-AP26108447289863.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4856410/original/085614500_1717749518-20240512_112214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569338/original/021384800_1777438673-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720554/original/060197100_1782813704-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715568/original/030962100_1782809839-IMG_0030.webp)