Liputan6.com, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meresmikan kompleks pertanian rumah kaca terbesar di negara itu pada Minggu (1/2/2026) dengan janji akan membangun fasilitas rumah kaca “terbesar dan tercanggih di dunia”.
Upacara peresmian berlangsung di Sinuiju, kota perbatasan dengan China, menurut laporan media pemerintah, dikutip dari laman NK News, Selasa (3/2).
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Senin melaporkan bahwa Kim membuka Pertanian Rumah Kaca Gabungan Sinuiju dan Pusat Penelitian Ilmu Sayuran Sinuiju, yang dibangun di sejumlah pulau di Sungai Yalu. Dalam pidatonya, Kim mengatakan Partai Buruh Korea (WPK) berambisi melampaui negara lain, tidak hanya dari sisi skala, tetapi juga metode budidaya sayuran di rumah kaca.
Advertisement
Kim menyatakan proyek tersebut bertujuan “meningkatkan secara radikal produksi sayuran rumah kaca nasional” dan akan terus diperluas. Ia menambahkan, pengembangan pertanian modern ini dimaksudkan untuk mewujudkan kebutuhan rakyat “tanpa penundaan”.
Menurut KCNA, Kim memuji para ilmuwan dan teknisi yang terlibat karena berhasil menekan biaya produksi dan konsumsi melalui penerapan sistem produksi terintegrasi berbasis teknologi cerdas, yang diklaim memberikan efisiensi dan keuntungan signifikan.
Namun, proyek ini juga dikaitkan dengan mobilisasi besar-besaran tenaga kerja muda. Kim kembali menyanjung ribuan anggota liga pemuda dan prajurit wajib militer yang dikerahkan ke lokasi, menyebut mereka memiliki “keyakinan teguh pada sosialisme, kepercayaan diri terhadap masa depan, dan kecintaan pada negara”. Sebelumnya, Kim menyatakan bahwa generasi muda harus rela melepaskan “mimpi pribadi” demi proyek pembangunan nasional dan penugasan di luar negeri.
Perayaan peresmian di Sinuiju diwarnai sesi foto massal. Kim dilaporkan mengambil sedikitnya 13 foto kelompok terpisah, masing-masing melibatkan ribuan pekerja konstruksi muda dan tentara yang berdiri di tribun terbuka dalam suhu di bawah nol derajat Celsius selama proses persiapan dan pengambilan gambar yang panjang.
Pembangunan kompleks rumah kaca Sinuiju dimulai pada Februari 2024. Proyek ini membentang sekitar 13 kilometer dan mencakup sekitar 1.830 hektare rumah kaca di Pulau Wihhwa dan Taji. Sebagai bagian dari proyek, pemerintah juga membangun jembatan kereta api dan jalan raya baru yang menghubungkan pulau-pulau tersebut.
Upaya Pyongyang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175844/original/094848400_1743052388-4MD52IM_image_crop_119600.jpg)
Secara keseluruhan, kompleks pertanian Sinuiju—termasuk pusat riset—diklaim sekitar 35 persen lebih besar dibanding gabungan tiga proyek rumah kaca besar sebelumnya yang dipimpin Kim: Jungphyong (2019), Ryonpho (2022), dan Kangdong (2024). Dalam beberapa tahun terakhir, Pyongyang gencar membangun rumah kaca sebagai upaya meningkatkan pasokan sayuran dan ketahanan pangan, menyusul siklus kekurangan pangan yang berulang.
Proyek ini juga berkaitan dengan upaya rekonstruksi pascabencana. Pada 2024, Kim memerintahkan pembangunan kompleks apartemen baru di Pulau Sinuiju dan Kabupaten Uiju setelah wilayah tersebut terendam banjir besar akibat badai pada Juli tahun itu. Dalam peresmian akhir pekan ini, Kim berjanji banjir tidak akan terulang, dengan menyebut tanggul sungai yang baru dibangun sebagai “bendungan kokoh” yang mampu menahan banjir terberat sekalipun.
Sebuah monumen di lokasi menyebut proyek rumah kaca Sinuiju sebagai “hadiah” bagi Kongres Partai Buruh Korea ke-9, menandakan bahwa fasilitas tersebut harus selesai dan diresmikan sebelum kongres yang diperkirakan berlangsung dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Hingga kini, Korea Utara belum mengumumkan rencana untuk mengundang pengamat asing guna menilai operasional seluruh rumah kaca di kompleks tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, Pyongyang hanya mengundang tamu dari negara-negara sekutu politik seperti Rusia dan Tiongkok untuk mengunjungi proyek rumah kaca lainnya. Pada November lalu, Korea Utara juga mengirim delegasi ahli pertanian ke Rusia, yang diduga terkait persiapan pembukaan fasilitas Sinuiju dan pusat penelitiannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491532/original/082277900_1770098851-Screenshot_2026-02-03_130608.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1408447/original/031520300_1479368855-Kim_Jong-un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409540/original/032500600_1479454815-korea_utara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504462/original/009512800_1771237713-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1884666/original/033449700_1518236836-Adik-Kim-Jong-Un2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2204388/original/075921900_1538981093-Xi_Jinping.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2037191/original/026362700_1522206893-20180328-Kim-Jong-Un-dan-Presiden-China-Xi-Jinping-Bertemu-di-Beijing-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175844/original/094848400_1743052388-4MD52IM_image_crop_119600.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1881704/original/035883300_1518159850-Kim-Yo-Jong-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7746308/original/051532400_1780554030-kim_jong_un.jpg)