Liputan6.com, Washington, DC - Pagi 1 Februari 2003 itu seharusnya berakhir biasa—bahkan membahagiakan—bagi NASA. Setelah hampir 17 hari mengitari Bumi, pesawat ulang-alik Columbia dijadwalkan mendarat di Kennedy Space Center, Florida. Awak di dalamnya telah menyelesaikan misi ilmiah mereka dan tinggal satu tahap terakhir: kembali ke rumah.
Namun, di ketinggian langit Amerika Serikat bagian selatan, kepulangan itu berubah menjadi tragedi.
Saat Columbia memasuki kembali atmosfer Bumi, pesawat mengalami kegagalan fatal. Dalam hitungan menit, kendaraan antariksa itu terurai di udara. Kontak terputus. Tak lama kemudian, puing-puing jatuh tersebar di wilayah Texas timur hingga Louisiana. Seluruh tujuh astronaut di dalamnya gugur, hanya sekitar 15 menit sebelum pendaratan yang dijadwalkan.
Advertisement
Columbia diluncurkan pada 16 Januari 2003 dalam misi STS-107, sebuah misi penelitian murni yang membawa puluhan eksperimen sains. Selama berada di orbit, para astronaut bekerja dalam kondisi mikrogravitasi, menjalankan riset di bidang fisika, biologi, dan ilmu material. Dari luar, misi tampak berjalan lancar. Tidak ada tanda bahaya besar selama dua minggu di angkasa.
Masalah sebenarnya bermula jauh sebelum Columbia mencapai orbit.
Pada saat peluncuran, sepotong busa isolasi dari tangki bahan bakar eksternal terlepas dan menghantam tepi depan sayap kiri pesawat. Insiden itu terekam kamera, namun dampaknya tidak terlihat jelas dan tidak menimbulkan gangguan langsung selama misi berlangsung. Kerusakan tersebut—pada sistem pelindung panas—menjadi ancaman yang tersembunyi.
Ancaman itu baru menunjukkan dampaknya pada pagi 1 Februari. Ketika Columbia menukik kembali ke atmosfer, panas ekstrem menyelimuti badan pesawat. Melalui celah di sayap kiri yang telah rusak, gas superpanas menembus struktur internal. Sensor mulai mencatat kenaikan suhu yang tidak wajar dan gangguan data. Struktur sayap perlahan melemah, hingga akhirnya pesawat kehilangan kendali dan hancur di udara.
Di dalam Columbia terdapat tujuh awak: Rick D. Husband, William C. McCool, Michael P. Anderson, David M. Brown, Kalpana Chawla, Laurel Blair Salton Clark, dan Ilan Ramon. Mereka adalah pilot, ilmuwan, dokter, dan insinyur—orang-orang yang menghabiskan kariernya untuk mendorong batas pengetahuan manusia.
Tragedi Columbia menghentikan sementara seluruh penerbangan pesawat ulang-alik NASA dan memicu evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan penerbangan antariksa berawak. Lebih dari sekadar kecelakaan teknis, peristiwa ini menjadi titik balik dalam cara risiko dipahami dan ditangani.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489523/original/071481500_1769888201-0300309_large.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929500/original/046322400_1782959691-bos1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554069/original/013962000_1776058564-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782674/original/016797500_1782894223-message-editor-1612216095818-ussgraybackregulusiimissile.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2771675/original/012393800_1554627541-Bendera_Iran__Atta_Kenare_AFP_PHOTO_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8469214/original/078551200_1782371635-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_14.07.56__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563534/original/033369400_1776904230-AP26108447289863.jpg)