Puji Hamas atas Pemulangan Jenazah Sandera Israel Terakhir dari Gaza, Trump: Kini Saatnya Melucuti Senjata

Hamas dinilai kooperatif dalam pemulangan sandera terakhir Israel.

Diterbitkan 27 Januari 2026, 10:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (26/1/2026) memuji keberhasilan pemulangan jenazah sandera terakhir Israel dari Jalur Gaza yang diculik dalam serangan 7 Oktober 2023. Trump juga mengucapkan selamat kepada para pejabatnya atas peran mereka dalam memfasilitasi pemulangan tersebut.

Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menyatakan bahwa seluruh sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, kini telah kembali.

"Kami baru saja berhasil memulangkan jenazah sandera terakhir di Gaza. Dengan demikian, kami telah memulangkan seluruh 20 sandera yang masih hidup dan semua sandera yang telah meninggal dunia. Ini adalah pekerjaan yang luar biasa. Banyak yang mengira hal ini mustahil dilakukan. Selamat kepada tim hebat saya yang dipenuhi para juara!!!" tulis Trump.

Trump mengatakan kepada Axios dalam wawancara pada hari Senin bahwa Hamas telah membantu menemukan jenazah sandera terakhir. Ia mengapresiasi Hamas atas bantuan mereka dalam upaya pencarian tersebut.

Menurut Trump, Hamas bekerja keras untuk mengembalikan jenazah dan bekerja sama dengan Israel selama proses pencarian dan identifikasi jenazah, yang disebutnya berlangsung sangat berat karena tim pencari harus mengidentifikasi ratusan jenazah di lokasi pencarian.  

"Anda bisa membayangkan betapa sulitnya itu," kata Trump.

Trump menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah memastikan Hamas melucuti senjata sesuai janji mereka dalam kesepakatan gencatan senjata.

"Sekarang kita harus melucuti senjata Hamas seperti yang mereka janjikan," tegasnya.

Seorang pejabat senior AS pada Senin sore mengonfirmasi bahwa Hamas bersikap sangat kooperatif dalam pencarian sandera terakhir dan telah memenuhi kewajiban mereka.

 

 

 

 

 

 

Trump Tepis Keraguan soal Perlucutan Senjata

Sebelumnya pada hari Senin, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah menemukan dan mengevakuasi jenazah sandera terakhir yang masih ditawan di Gaza. Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebutkan bahwa jenazah tersebut telah diidentifikasi sebagai Sersan Satu Ran Gvili dan akan dipulangkan untuk dimakamkan.

"Dengan ini, seluruh sandera telah dipulangkan dari Gaza," demikian bunyi pernyataan militer Israel.

Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (25/1) mengatakan bahwa Israel akan membuka kembali perlintasan Perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir, menyusul pemulangan jenazah Gvili.

Masih terdapat skeptisisme besar mengenai kemungkinan Hamas akan melucuti senjata secara damai. Selain itu, muncul pula keraguan apakah Netanyahu akan menahan diri dan membiarkan seluruh proses berjalan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Menanggapi keraguan tersebut, Trump seperti dikutip dari Axios mengingatkan bahwa sebelumnya juga banyak pihak yang meragukan keberhasilan fase pertama kesepakatan, khususnya terkait pemulangan seluruh sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Namun, keraguan itu kini terbukti tidak beralasan.

"Tidak ada yang yakin kami akan membawa kembali semua sandera. Itu merupakan momen yang luar biasa," ungkap Trump.Â