1 Januari 2002: Euro Mulai Jadi Alat Tukar di Negara Anggota Uni Eropa

Negara apa saja yang menggunakan euro sebagai mata uang resmi mereka?

Diterbitkan 01 Januari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Brussels - Sebanyak 12 dari 15 negara yang termasuk ke dalam bagian Uni Eropa mulai memasuki era mata uang baru secara resmi untuk digunakan dalam transaksi sehari-hari, sekaligus menandai berakhirnya penggunaan mata uang nasional masing-masing pada 1 Januari 2002. Sementara itu, hanya tiga negara yang tidak menggunakan euro, yaitu Inggris, Swedia, dan Denmark.

Dalam perubahan moneter terbesar dalam sejarah Eropa, lebih dari enam miliar lembar uang kertas dan hampir 40 miliar koin euro telah tersebar ke seluruh toko, bank, serta mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri), dilansir dari BBC, Kamis (1/1/2026).

Pergantiannya bahkan mengikuti perkembangan yang dapat mempermudah lintas negara di kawasan Eropa. Presiden Prancis saat itu, Jacques Chirac, menggambarkan kehadiran euro sebagai cara baru untuk berada di Eropa. Selain itu, presiden Komisi Eropa, Romano Prodi, menyatakan bahwa euro akan mendorong konvergensi aturan ekonomi yang lebih besar.

Era Baru untuk Transaksi 

Sehingga hal ini semakin memperkuat dengan negara lain antara ekonomi dan politik. Bertepatan dengan perayaan tahun baru, pesta ditujukan untuk mata uang baru bagi negara-negara yang bergabung menggunakan euro.

Beberapa ibu kota negara yang mengadakan perayaan khusus untuk menandai beredarnya euro antara lain Berlin, Paris, Helsinki, dan Athena. Meski euro menjadi mata uang utama, masa transisi dilakukan secara perlahan dengan mata uang nasional tetap beredar bersamaan selama dua bulan.

Tetapi menjadi pengecualian di Jerman, mata uang lama mereka, Deutschmark, resmi berhenti saat pada tengah malam euro diperkenalkan. Sebelumnya, euro juga telah digunakan secara non-tunai sejak 1999, dan tahun 2002 menjadi pertama kalinya mata uang tersebut hadir secara fisik pada 300 juta warga di zona euro.