Donald Trump Tunjuk Utusan Khusus AS untuk Greenland, Denmark Geram

Kenapa AS begitu bernafsu mencaplok Greenland?

Diterbitkan 23 Desember 2025, 10:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kopenhagen - Menteri luar negeri (Menlu) Denmark pada hari Senin (22/12/2025) mengatakan bahwa ia merasa sangat terganggu oleh penunjukan Presiden Donald Trump terhadap seorang utusan khusus untuk Greenland yang secara terbuka menyatakan keinginannya agar pulau tersebut menjadi bagian dari Amerika Serikat (AS).

Trump mengumumkan penunjukan Jeff Landry, Gubernur Louisiana, sebagai utusan khusus untuk Greenland pada hari Senin melalui sebuah unggahan di Truth Social.

"Jeff memahami betapa pentingnya Greenland bagi keamanan nasional kami, dan akan dengan kuat memajukan kepentingan negara kami demi keselamatan, keamanan, dan kelangsungan hidup sekutu-sekutu kami, dan bahkan Dunia," tulis Trump di platform media sosialnya.

Merespons pengumuman Trump, Menlu Lars Lokke Rasmussen mengatakan kepada penyiar nasional Denmark, TV 2, sebagaimana dikutip oleh kantor berita Reuters, "Saya sangat terganggu oleh penunjukan utusan khusus ini. Dan saya secara khusus terganggu oleh pernyataannya, yang kami anggap sama sekali tidak dapat diterima."

Rasmussen menyatakan bahwa ia akan memanggil duta besar AS untuk Denmark sebagai tanggapan atas langkah pemerintahan Trump tersebut.

Trump membela keputusannya memilih Landry dengan mengatakan kepada para wartawan pada Senin malam bahwa AS membutuhkan Greenland demi keamanan nasional dan bahwa Landry sendiri yang mendekatinya terkait penugasan tersebut.

"Kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional, bukan untuk mineral. Kami punya begitu banyak lokasi untuk mineral dan minyak dan segalanya," tutur Trump kepada para wartawan di Mar-a-Lago, saat mencoba membenarkan upayanya mencaplok Greenland, meskipun pulau itu merupakan wilayah otonom di bawah Denmark. 

"Jika Anda melihat Greenland, Anda melihat sepanjang garis pantainya, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana. Kami membutuhkannya untuk keamanan nasional. Kami harus memilikinya."

Trump juga mengklaim bahwa Denmark tidak menghabiskan dana sama sekali untuk Greenland dan tidak memiliki perlindungan militer. 

Sementara itu, sambil mengucapkan terima kasih kepada Trump atas penunjukannya, Landry mengatakan, "Sebuah kehormatan untuk melayani Anda dalam posisi sukarela ini guna menjadikan Greenland bagian dari AS."

Ia memastikan bahwa hal ini sama sekali tidak memengaruhi posisinya sebagai gubernur Louisiana.

 

Penolakan Denmark dan Greenland

Trump telah berulang kali menyatakan bahwa ia ingin mencaplok Greenland — sebuah pulau besar yang kaya sumber daya di Atlantik dan merupakan wilayah otonom Denmark — dengan klaim bahwa hal tersebut diperlukan demi tujuan keamanan AS.

Baik Greenland maupun Denmark, tegas menentang gagasan tersebut.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen pada hari Senin kembali menegaskan penolakan mereka terhadap rencana AS untuk mengambil alih Greenland, dengan menyatakan bahwa "Anda tidak bisa mencaplok negara lain. Bahkan dengan alasan keamanan internasional."

"Greenland adalah milik rakyat Greenland dan AS tidak akan mengambil alih Greenland," kata mereka dalam pernyataan bersama.

Nielsen sebelumnya pada hari Senin mengatakan bahwa pengumuman Trump tersebut mungkin terdengar besar, namun tidak mengubah apa pun bagi pihaknya.

"Kami menentukan masa depan kami sendiri," tegasnya. 

Wakil Presiden AS JD Vance melakukan kunjungan kontroversial ke pulau tersebut pada bulan Maret, berulang kali mengklaim bahwa Greenland berada dalam kondisi rentan dan bahwa AS tidak punya pilihan lain selain meningkatkan kehadirannya di sana.

Pada bulan Agustus, utusan AS untuk Denmark dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Denmark setelah penyiar publik negara itu melaporkan bahwa sejumlah pria AS telah berupaya melakukan "operasi pengaruh" (upaya memengaruhi opini atau sikap publik) di Greenland. 

Rasmussen sebelumnya mengatakan bahwa penunjukan baru tersebut menegaskan berlanjutnya minat AS terhadap Greenland.

"Namun, kami menegaskan bahwa semua pihak — termasuk AS — harus menunjukkan rasa hormat terhadap keutuhan wilayah Kerajaan Denmark," ungkap Rasmussen.

Adapun juru bicara Uni Eropa Anouar El Anouni menyebutkan bahwa menjaga keutuhan wilayah Kerajaan Denmark, kedaulatannya, dan keutuhan batas-batas wilayahnya merupakan hal yang esensial bagi Uni Eropa.