Polisi Taiwan: Pelaku Serangan Bom Asap dan Penusukan di Taipei Sudah Rencanakan Aksinya

Pelaku terjun dari bangunan tinggi hingga tewas saat berusaha melarikan diri dari kejaran polisi.

Diterbitkan 21 Desember 2025, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Taipei - Polisi Taipei menyatakan penyelidikan awal menunjukkan serangan di Stasiun Taipei dan kawasan Stasiun Zhongshan dilakukan oleh satu pelaku yang bertindak sendiri. Kesimpulan tersebut disampaikan aparat pada Sabtu (20/12/2025) setelah menggeledah kediaman tersangka serta memeriksa orang tuanya.

Serangan yang melibatkan bom asap dan senjata tajam itu terjadi pada Jumat (19/12) malam. Tiga orang dilaporkan tewas dan 11 lainnya luka-luka, dengan dua korban masih dirawat di unit perawatan intensif.

Pelaku kemudian tewas setelah melompat dari gedung saat berusaha melarikan diri dari kejaran polisi, dikutip dari laman CNA, Minggu (21/12).

Tersangka diidentifikasi sebagai Chang Wen (27), seorang pengangguran dengan catatan kriminal sebelumnya dan surat perintah penangkapan yang belum dieksekusi. Polisi menggeledah rumah Chang di Taipei dan Taoyuan, serta hotel tempat ia menginap, dan menemukan sejumlah bom molotov serta bahan peledak asap.

“Berdasarkan verifikasi berkelanjutan sejak kemarin, kami tidak menemukan indikasi adanya kaki tangan,” kata Direktur Jenderal Badan Kepolisian Nasional Taiwan, Chang Jung-hsin, kepada wartawan. Ia menambahkan penyelidikan masih difokuskan pada motif pelaku.

Presiden Taiwan Lai Ching-te menyatakan pemerintah akan memperkuat kehadiran polisi dan mengerahkan unit respons cepat di ruang publik serta kawasan padat untuk menjaga keamanan dan stabilitas sosial. Saat menjenguk korban di rumah sakit, Lai juga menginstruksikan penyelidikan menyeluruh terhadap latar belakang dan motif tersangka, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Perdana Menteri Cho Jung-tai menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan yang disengaja”. Polisi pun merilis kronologi yang menunjukkan aksi pelaku telah direncanakan sebelumnya.

Menurut kepolisian, pada Jumat sekitar pukul 15.00 waktu setempat, Chang lebih dulu membakar sepeda motor dan sebuah mobil di Jalan Chang’an Timur, Taipei. Dua jam kemudian, ia membakar unit apartemen sewaannya sebelum menuju Stasiun Utama Taipei.

 

Pelaku Melancarkan Aksi

Dengan mengenakan masker gas, topi hitam, kacamata pelindung, dan rompi antipeluru, Chang menarik troli lipat berisi bom asap ke lorong bawah tanah dekat Pintu Keluar M7 Stasiun Utama Taipei. Di lokasi itu, ia melemparkan bom asap dan menikam Yu (57), seorang pria yang mencoba menghentikannya. Korban meninggal akibat luka tusuk.

Pelaku kemudian kembali ke hotel tempat ia menginap dua hari sebelumnya untuk mengambil pisau dan bom asap tambahan. Dari sana, ia bergerak ke kawasan Stasiun Zhongshan dan masuk ke pusat perbelanjaan Eslite, melukai sejumlah orang sebelum akhirnya tewas melompat dari gedung saat hendak ditangkap.

Polisi menyebut Chang sebelumnya bekerja sebagai petugas keamanan dan diberhentikan dari militer dua tahun lalu karena masalah terkait alkohol. Ia juga diketahui telah lama tidak menjalin hubungan dengan keluarganya.

Pasca-serangan, pengamanan diperketat di seluruh Taiwan. Wali Kota Taipei Chiang Wan-an mengatakan pengamanan akan ditingkatkan menjelang perayaan Malam Tahun Baru dan agenda besar lainnya, termasuk dengan penambahan personel dari pemerintah pusat, pengerahan kendaraan anti-huru-hara, anjing polisi, serta penjagaan ketat di distrik perbelanjaan dan area ramai.

Kejahatan kekerasan tergolong jarang terjadi di Taiwan. Namun, insiden ini mengingatkan pada serangan pisau di metro Taipei pada 2014 yang menewaskan empat orang, sebuah peristiwa yang kala itu mengguncang pulau yang dikenal relatif aman tersebut.