4 Desember 2012: Topan Pablo Hantam Filipina, Lebih dari 200.000 Warga Terlantar

Topan dahsyat yang dikenal dengan julukan Pablo ini menghantam seluruh rumah warga dengan jumlah ratusan orang tercatat tewas.

Diterbitkan 04 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manila - Topan Bopha yang dikenal dengan "Pablo" ini mampu menghancurkan seluruh desa di Filipina yang menewaskan lebih dari seribu orang, dan menjadikannya topan terkuat yang pernah melanda kepulauan Asia Tenggara pada 4 Desember 2012.

Lebih dari 200.000 orang juga mengungsi karena lingkungan mereka yang telah terjebak akibat longsor dan air yang terus naik. Tidak hanya itu, beberapa kota dan tempat tinggal hancur total dengan diselimuti lumpur.

Hujan deras yang menjadi pemicu ini pun menghapus daratan dan membuat sebagian warga tidak memiliki mata pencaharian, seperti kota-kota pertanian dan pertambangan di sepanjang pantai hancur, serta perkebunan pisang menjadi rata, seperti yang dikutip dari laman History.com, Kamis (4/12/2025).

Laporan dari CNN mengatakan bahwa atap seng beberapa bangunan turut tersapu angin dengan kecepatan 175 mph, membuatnya seperti "parang yang beterbangan." Topan ini pertama kali terlihat pada akhir November yang badainya muncul dan bertambah kuat sebagai bencana terdahsyat.  

Setiap tahun, sebanyak 20 topan dan badai melanda Filipina utara dan tengah. Bahkan lebih dari 170.000 warga yang mengevakuasi diri pun masih tidak merasa aman. Jumlah korban tewas awalnya tercatat ratusan, namun jumlahnya terus meningkat seiring pencarian korban yang hilang.

Gubernur juga segera meminta warga untuk mencari tempat perlindungan.

"Karena badai sulit diprediksi, banjir dan angin kencang tidak hanya menghantam tepian sungai, tetapi juga daerah yang biasanya aman," ujar Arturo Uy, gubernur Compostela Valley.

Ketakutan para warga semakin bercampur aduk dengan kepanikan saat adanya hujan susulan sehari setelah badai menghantam lagi. Dampak dari bencana ini mengakibatkan ratusan orang harus bersiap diri menghadapi kemiskinan baik dari kehilangan rumah maupun mata pencaharian.

Â