Brasil Minta AS Jangan Labeli Perdagangan Narkoba sebagai Tindakan Terorisme

Mengapa Brasil tak nyaman dengan label yang kerap digunakan AS terhadap pelaku perdagangan narkoba?

Diterbitkan 06 November 2025, 14:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Brasilia - Pemerintah Brasil pada Selasa (4/11/2025) menyuarakan kekhawatiran atas kemungkinan konflik baru di Amerika Latin, menyusul upaya-upaya Amerika Serikat (AS) untuk mengklasifikasikan perdagangan narkoba sebagai salah satu bentuk terorisme.

Penasihat utama Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Celso Amorim mengatakan kepada media lokal bahwa dunia sedang menghadapi momen "kekacauan total" yang didorong oleh penggunaan label yang dipromosikan AS yang dapat membenarkan aksi militer.

Amorim menyoroti strategi terbaru Washington dalam melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga merupakan kapal penyelundup narkoba di Amerika Latin dan melabeli kelompok kejahatan terorganisasi sebagai organisasi teroris, dikutip dari laman Antara News, Kamis (6/11).

"Pemisahan antara 'narkoterorisme' dan label-label lain ini mungkin membenarkan serangan militer yang kalau tidak (dilabeli), tidak akan terjadi. Semua ini sangat mengkhawatirkan," kata Amorim.

Menurut dia, masalahnya bukan hanya sebatas perdagangan, mengacu pada negosiasi yang sedang berlangsung mengenai tarif 50 persen yang diberlakukan AS terhadap produk-produk Brasil.

Meskipun terdapat ketegangan, Amorim mengatakan Brasil tetap menjadi negara demokrasi yang stabil dan mitra yang sangat diperlukan bagi masyarakat internasional di dunia yang sangat membutuhkan kabar baik.