Taiwan Luncurkan RISK, Inisiatif Global tentang Keamanan Kabel Bawah Laut

Apa yang mendorong Taiwan meluncurkan inisiatif ini? Berikut penjelasannya.

Diterbitkan 02 November 2025, 12:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Taipei - Pemerintah Taiwan baru-baru ini meluncurkan sebuah inisiatif untuk mempromosikan kerja sama global dalam meningkatkan keamanan kabel bawah laut, menyusul laporan gangguan terhadap kabel-kabel tersebut di dekat Taiwan dan di seluruh dunia.

"Manajemen Inisiatif Kabel Bawah Laut Internasional bertujuan untuk mengumpulkan para pemangku kepentingan, menyelaraskan standar, mempromosikan praktik terbaik, dan mengubah kekhawatiran bersama menjadi kerja sama yang bermanfaat," kata Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung dalam seminar bertajuk "Taiwan-Europe Subsea Cable Security Cooperation Forum" di Taipei seperti dikutip dari Central News Agency (CNA).

Proyek ini akan dikenal dengan nama "RISK", sebuah akronim dari risk mitigation (mitigasi risiko), information sharing (berbagi informasi), systemic reform (reformasi sistemik), dan knowledge building (pembangunan pengetahuan).

Lin mengatakan Taiwan berada di persimpangan penting pada peta komunikasi global, dengan beberapa kabel bawah laut internasional utama melewati atau berada di dekatnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, ujar Li, Taiwan berulang kali mengalami konsekuensi dari gangguan kabel, di mana dalam beberapa kasus otoritas lokal menemukan kerusakan pada kabel yang menghubungkan pulau-pulau terluar.

"Pengalaman-pengalaman ini telah mengajarkan kita pelajaran penting - ketahanan tidak bisa dianggap remeh. Ketahanan harus dibangun melalui perencanaan, pelaksanaan, dan kerja sama," ungkap Li, seraya menambahkan bahwa inilah alasan Taiwan meluncurkan inisiatif ini. "Ini bukan proyek nasional, melainkan kemitraan global."

Dia mengajak para pemangku kepentingan di seluruh dunia untuk bergabung dalam inisiatif ini.

"Proyek ini adalah platform yang terbuka, inklusif, dan kolaboratif untuk mengamankan masa depan, di mana data mengalir dengan bebas dan aman, di mana tidak ada negara yang tertinggal, dan di mana konektivitas diperlakukan sebagai barang publik, bukan senjata geopolitik," tegasnya.

Peran Penting Taiwan

Dalam seminar yang sama, anggota Parlemen Eropa Rihards Kols mengatakan bahwa saat ini terdapat lebih dari 600 kabel yang beroperasi atau direncanakan di seluruh dunia, membentang hampir 1,5 juta kilometer.

"Ini bukan sekadar jalur data. Ini adalah sistem saraf konektivitas demokratis," ungkap Kols.

Antara tahun 2023 dan 2025, terdapat 12 insiden terpisah yang memengaruhi jalur energi dan kabel bawah laut di seluruh wilayah Baltik, kata Kols, seraya menambahkan bahwa dia percaya insiden tersebut merupakan "tindakan sabotase".

Taiwan berada di persimpangan penting infrastruktur digital Indo-Pasifik dan merupakan pusat strategis untuk konektivitas global, beber Kols, yang berasal dari Latvia.

"Taiwan lebih memahami daripada kebanyakan negara lain apa artinya menjadi sasaran tekanan yang terus-menerus -- baik ekonomi, digital, naratif, maupun fisik -- itulah sebabnya pengalaman Taiwan sangat penting dan mengapa suara Taiwan harus menjadi bagian dari percakapan global ini," kata Kols.

Seminar yang berlangsung pada 28 Oktober ini diselenggarakan oleh Research Institute for Democracy Society and Emerging Technology yang berbasis di Taipei, Kementerian Luar Negeri Taiwan, dan Formosa Club -- sebuah kelompok lintas partai legislator Eropa yang bersahabat dengan Taiwan.