Usai Digigit Kucing Liar di Turki, Ibu Asal Inggris Ini Selamat dari Rabies Mematikan

Bagaimana keadaan ibu asal Inggris setelah digigit kucing rabies ketika berada di negeri orang?

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Liburan sudah menjadi tempat untuk melepaskan rasa kecemasan dan kelelahan dari rutinitas sehari-hari.

Tetapi, tidak semua orang terlepas dari bahaya luar. Hal ini dialami oleh seorang ibu asal Inggris, yang harus mendapatkan suntikan anti-rabies ketika sedang liburan di Turki.

Chloe Kelly (44), seorang penata rambut dan ibu tunggal 2 anak, digigit di bagian tumit saat makan di sebuah restoran di La Blanche Resort bintang 5, Bodrum, pada hari terakhir liburannya setelah seminggu di sana, dikutip dari New York Post, Kamis (23/10/2025).

Saat sedang makan di restoran, ia tidak sengaja menggeser kursi dan mengejutkan seekor kucing berwarna oranye di bawah meja, yang langsung menggigitnya dengan keras hingga berdarah.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui jika ada kucing di sana dan telah mengejutkannya.

Kejadian ini membuatnya menjerit kesakitan dan tidak ada yang menyarankannya untuk pergi ke rumah sakit, sehingga ia memutuskan untuk tetap pulang ke Inggris tanpa perawatan.

 

Peringatan Dari Anjing Peliharaan

Di rumah, dua anjing peliharaannya, Zeus dan Bronson terus menunjukkan perilaku aneh. Mereka berulang kali mengendus luka di tumit Kelly yang seolah sedang memberitahu sesuatu.

Karena merasa bingung dan penasaran, ia akhirnya menelepon layanan darurat NHS 111 mengenai lukanya dan disarankan untuk datang ke Unit Gawat Darurat, rumah sakit Royal Devon and Exeter.

Setelah melakukan tes laboratorium, Kelly ternyata menderita rabies yang dapat menyebar ke otak dan berakibat fatal jika tidak segera ditangani dalam waktu 24 jam setelah gigitan.

 

Penyembuhan Kelly

Tak ada pilihan lain, ia diterbangkan ke rumah sakit di Northampton untuk mendapatkan vaksin dan perawatan intensif.

Dengan kepekaan kedua anjingnya, Kelly juga mengungkapkan rasa bersyukurnya.

"Kalau bukan karena anjing-anjing saya, mungkin saya tidak akan selamat. Mereka benar-benar menyelamatkan hidup saya," ucapnya.

Lalu NHS juga mengatakan bahwa rabies dapat berakibat semakin parah setelah gejalanya muncul, di mana vaksinasi dan pengobatan dini dapat mencegahnya.

Gejala-gejalanya, antara lain:

  1. Mati rasa
  2. Kesemutan di tempat gigitan atau cakaran
  3. Halusinasi
  4. Merasa cemas atau bersemangat
  5. Kesulitan menelan atau bernapas hingga kelumpuhan

Karena itu, kasus yang menimpa Kelly masih beruntung karena area gigitan berada paling jauh dari otak, yang diyakini menjadi faktor utama menyelamatkan hidupnya.

Kini, Kelly harus menanggung kerusakan saraf permanen akibat infeksi tersebut, ia juga terpaksa berhenti sebagai pekerja pendukung di panti asuhan.

Meski banyak hal yang hilang dari kehidupannya, seperti rumah yang terhubung dengan pekerjaan, ia dapat tinggal sementara bersama teman-teman.

Kelly mengaku tetap bersyukur, karena kedua anjingnya telah menjadi penyelamat hidup, dan selalu setia memperingatkannya saat ia dalam bahaya.

 

Â