Studi: Bakteri di Mulut Diduga Bisa Jadi Pemicu Kanker Pankreas

Menjaga kebersihan mulut bukan hanya untuk mencegah sakit gigi, tetapi juga menghindari risiko kanker pankreas.

Diterbitkan 22 Oktober 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Menjaga kebersihan mulut tak hanya mencegah rasa sakit saat makan, tetapi sebuah studi terbaru menemukan bahwa bakteri dan jamur di dalam mulut dapat meningkatkan risiko kanker pankreas lebih parah.

Penelitian dari NYU Langone Health dan Perlmutter Cancer Center yang diterbitkan di JAMA Oncology telah mengidentifikasi 27 jenis bakteri dan jamur di mulut dapat meningkatkan risiko kanker pankreas hingga tiga kali lipat, dilansir dari Fox News, Rabu (22/10/2025).

Menurut data American Cancer Society, pada tahun 2025 diperkirakan sebanyak 67.440 orang Amerika akan didiagnosis, dan sekitar 51.980 orang akan meninggal akibat penyakit tersebut.

Kebersihan Mulut Jadi Kunci Tetap Sehat

Dr. Jiyoung Ahn, Profesor kesehatan populasi di NYU Grossman School of Medicine, juga mengungkap faktor yang dapat dimodifikasi untuk menurunkan risiko kanker pankreas.

Ia menemukan permasalahan dari risiko ini dengan menjaga kebersihan mulut dapat menjadi langkah pencegahan penting.

Hal ini dikarenakan mulut yang kotor dapat memicu pertumbuhan bakteri yang berpotensi memengaruhi organ tubuh lain, termasuk pankreas.

Hasil Penelitian

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan membandingkan mikrobiota oral dari 445 pasien yang mengidap kanker pankreas dengan 445 partisipan sehat yang dipilih secara acak.

Para peneliti terus melakukan identifikasi terhadap berbagai spesies mikroba yang ditemukan di rongga mulut.

Hasilnya, mereka menemukan 24 spesies bakteri dan jamur yang terkait dengan peningkatan maupun penurunan risiko kanker pankreas.

Tidak hanya itu, terdapat tiga jenis bakteri lain yang berhubungan dengan penyakit gusi dan kanker pankreas.

Melalui pendekatan ini, individu dengan jumlah mikroba beresiko tinggi memiliki kemungkinan 3,5 kali lipat lebih besar untuk mengembangkan kanker pankreas.

Sehingga pentingnya selalu menyikat gigi secara rutin, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi, dan perawatan gigi secara teratur.

 

 

 

Gaya Hidup

Dr. Jiyoung Ahn, Florencia McAllister, M.D., profesor madya onkologi medis gastrointestinal di MD Anderson Cancer Center, University of Texas, mengungkap bahwa ia telah melakukan pelacakan terhadap mikroba di rongga mulu dan sampel feses.

"Di masa mendatang, karakterisasi dan modulasi mikroba dapat menjadi bagian penting dari pencegahan kanker yang dipersonalisasi," ujar McAllister yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Sedangkan, Dr. Purnima Kumar, ketua Departemen Periodontik dan Kedokteran Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Michigan, menegaskan bahwa penyakit mulut tidak dapat dipisahkan dengan penyakit di organ tubuh lain, seperti kanker pankreas.

Ia juga menyampaikan bahwa faktor lainnya dapat dipengaruhi oleh pola hidup yang buruk, seperti merokok, minum alkohol, serta vaping, yang dapat mengotori dalam mulut.

Oleh karena itu, para peneliti berencana untuk menyelidiki peran virus di dalam mulut dan menyelidiki bagaimana pengaruh mikrobioma berkontribusi terhadap kelangsungan hidup pasien kanker.

 

Â