Kemlu RI soal WNI Siksa WNI di Malaysia: 6 Orang Sudah Ditangkap

Di antara tiga yang ditangkap adalah warga negara Indonesia.

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 16:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi terjadinya penyiksaan terhadap seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial DAK di Malaysia. Pelakunya, termasuk sesama WNI.

"Benar ada warga negara kita di Malaysia yang menjadi korban penyiksaan. Informasi pertama kali diterima oleh KBRI Kuala Lumpur pada tanggal 12 Oktober dan kemudian KBRI telah mengunjungi yang bersangkutan keesokan harinya, yakni pada tanggal 13 Oktober. Dari komunikasi yang diperoleh, WNI ini dengan inisial DAK, mengalami penyiksaan oleh sesama WNI," tutur Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha saat memberikan keterangan kepada awak media di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Lebih lanjut Judha menjelaskan, "Langkah-langkah yang dilakukan oleh KBRI Kuala Lumpur, pertama berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM), terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk penanganan korban, termasuk langkah-langkah kesehatan yang perlu dilakukan, dan kemudian kita juga mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk proses investigasi yang dilakukan PDRM, termasuk menyediakan lawyer jika diperlukan oleh korban."

"Dari informasi yang kami terima, ada enam orang yang sudah ditangkap oleh pihak PDRM, di mana tiga di antaranya yang ditangkap adalah WNI, tiga lainnya pemegang IC (identity card), kartu identitas yang ada di Malaysia. Namun, kewarganegaraannya belum diinformasikan lebih lanjut," beber Judha.

"Dalam konteks ini kami terus akan melakukan pendampingan, baik kepada korban maupun kepada pelaku sesama WNI. Kami tegaskan bahwa yang kami lakukan adalah memberikan pendampingan hukum untuk memastikan baik korban maupun pelaku mendapatkan hak-haknya secara adil di peradilan setempat. Kita tidak membela kesalahan yang dilakukan, yang kita bela itu adalah hak-hak mereka dalam sistem peradilan setempat."

Korban Berangsur Membaik

Mengutip kantor berita Antara, dari korban diperoleh informasi bahwa dia mengalami penyiksaan yang dilakukan sesama WNI dan warga negara Malaysia karena masalah pribadi pada 7 Oktober 2025.

Dengan bantuan warga setempat, DAK kemudian dibawa ke rumah sakit di Kuala Lumpur untuk perawatan medis.

Judha memastikan bahwa kondisi korban saat ini berangsur pulih, bisa berkomunikasi dengan baik dan dapat berjalan tanpa alat bantu.

Dia mengimbau kepada para WNI di luar negeri untuk senantiasa menjaga perilaku dan menghindari tindakan yang melanggar hukum negara lain.

Sementara itu, anggota DPR non-aktif Uya Kuya diketahui sempat membesuk DAK saat dirawat di Kuala Lumpur. Di Instagram, dia menyebut DAK sebagai korban pembunuhan berencana dan mengalami penyiksaan sadis sebelum ditemukan selamat di pinggir jalan tol oleh warga setempat.