Hamas Bebaskan 7 Sandera Israel sebagai Bagian dari Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza

Banyak yang menilai bahwa dengan dibebaskannya para sandera, rasa urgensi terhadap perang di kalangan warga Israel akan berakhir.

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gaza - Tujuh orang pertama dari 20 sandera Israel yang masih hidup telah dibebaskan oleh Hamas setelah lebih dari 783 hari dalam penyanderaan di Gaza. Demikian menurut militer Israel.

Kelompok tersebut diserahkan kepada Palang Merah sebelum akhirnya dipertemukan kembali dengan keluarga mereka oleh militer Israel di titik penerimaan Re’im, dekat perbatasan Gaza.

Mereka diidentifikasi sebagai Matan Engerst, Guy Gilboa Dalal, Alon Ohel, Gali dan Zivi Berman, Eitan Mor, serta Omri Miran.

Keluarga Omri Miran (48), yang diculik di depan istri dan dua anaknya pada 7 Oktober 2023 di Kibbutz Nahal Oz, mengatakan bahwa dia akhirnya telah kembali ke rumah.

"Setelah lebih dari 700 hari penuh kesedihan dan kerinduan, Omri akhirnya dapat memeluk kembali anak-anaknya, Roni dan Alma," ungkap keluarga Omri Miran seperti The Guardian.

"Kami ingin berterima kasih kepada rakyat Israel dari lubuk hati kami yang terdalam karena telah berdiri bersama kami di masa-masa tergelap dan pada hari-hari ketika momen ini terasa seperti harapan yang jauh dan mustahil. Momen hari ini bukanlah kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh bangsa."

Mereka menambahkan, "Kami juga ingin menyampaikan apresiasi mendalam kepada para prajurit (Pasukan Pertahanan Israel) yang telah menunjukkan keberanian dan pengorbanan luar biasa. Kini, kami menapaki jalan menuju pemulihan yang penuh tantangan, namun juga membawa harapan dan keharuan."

"Kami tetap berkomitmen untuk berjuang hingga sandera terakhir kembali dan hingga pemulihan penuh bagi negara tercinta kami terwujud. Semoga kepulangan Omri menjadi awal dari kebangkitan dan persatuan bangsa kami."

Ucapan Terima Kasih Mengalir ke Trump

Para menteri Israel pada malam sebelumnya telah menyetujui daftar 1.718 tahanan Palestina yang akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Pembebasan jenazah 28 sandera Israel yang tewas diperkirakan akan dilakukan setelah pembebasan para tahanan Palestina tersebut.

Sekitar 65.000 orang berkumpul di Lapangan Sandera (Hostages Square) di Tel Aviv pada Senin (13/10) pagi dan bersorak meriah ketika diumumkan dari panggung bahwa tujuh sandera pertama yang masih hidup telah diserahkan kepada Palang Merah.

Tidak lama kemudian, kerumunan kembali bersorak ketika diumumkan bahwa pesawat Air Force One yang membawa Donald Trump sedang terbang di atas lapangan tersebut. Presiden AS itu dalam perjalanan menuju parlemen Israel, Knesset, di Yerusalem, di mana dia dijadwalkan memberikan pidato pada Senin siang.

Massa meneriakkan ucapan terima kasih kepada Trump, yang secara luas dipuji karena dianggap berjasa dalam upaya pemulangan para sandera yang hilang.

Sebelum naik ke pesawat Air Force One menuju Yerusalem untuk berpidato di Knesset, Trump mengatakan bahwa perang di Gaza telah berakhir.

Trump dijadwalkan bertemu dengan keluarga para sandera dan kemungkinan akan bertemu langsung dengan beberapa orang yang baru dibebaskan oleh Hamas.

Setelah kunjungannya di Israel, Trump akan bertolak ke Mesir, di mana dia dan Presiden Abdel Fattah el-Sissi dijadwalkan memimpin KTT Perdamaian Gaza pada Senin.

Presiden Israel Isaac Herzog menyambut pembebasan para sandera pertama oleh Hamas dan mengatakan bahwa Israel menantikan pembebasan semua tawanan yang tersisa.

"Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan, kami menyambut orang-orang terkasih kami. Kami menunggu semuanya – hingga yang terakhir," kata Herzog.

 

Â