7 Oktober 2023: Serangan Mematikan Hamas Guncang Israel, Tewaskan 1.200 Orang

Seperti apa serangan paling mematikan yang diluncurkan Hamas di Israel?

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Sejarah Israel mencatat serangan mematikan yang diluncurkan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023, menghancurkan berbagai wilayah dan banyak korban berjatuhan.

Pada pagi hari sekitar pukul 06.30, Israel dikejutkan oleh serangan besar-besaran dari kelompok militan Hamas.

Ribuan roket ditembakkan ke arah wilayah Israel, diikuti serangan darat, laut, dan udara yang menewaskan hampir 1.200 orang, termasuk warga sipil dan warga negara asing, History.com, Selasa (7/10/2025).

Sekitar 250 orang juga disandera dan dibawa ke Gaza. Serangan ini menjadi hari paling mematikan bagi Israel.

Merespons serangan, ratusan militan menembus perbatasan Gaza menggunakan peledak, perahu cepat, dan paralayang. Mereka menyerbu lebih dari 20 kota dan desa di sekitar perbatasan.

Salah satu lokasi yang paling parah adalah Kibbutz Be’eri, di mana lebih dari 100 penduduk, termasuk anak-anak dan lansia, terbunuh. Rumah-rumah dibakar, sementara keluarga yang mencoba melarikan diri ditembak di tempat.

Di sisi lain, Festival Musik Nova, yang digelar di padang pasir dekat perbatasan Gaza, berubah menjadi lokasi pembantaian.

Korban Alami Kekerasan Seksual

Hamas menutup jalan keluar dan melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Sebanyak 378 orang tewas di sana, sebagian besar anak muda berusia 20-an tahun.

Beberapa korban juga dilaporkan mengalami kekerasan seksual, baik saat serangan maupun dalam penyanderaan, menurut laporan PBB.

Pemimpin militer Hamas menyatakan serangan itu sebagai bentuk perlawanan terhadap pendudukan Israel dan blokade Gaza yang diberlakukan sejak 2007.

Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, "Kita sedang berperang," dan berjanji akan membalas dengan "serangan yang belum pernah musuh rasakan sebelumnya."

Serangan 7 Oktober memicu perang panjang yang menelan puluhan ribu korban jiwa di Gaza.

Akses terhadap pangan dan layanan medis lumpuh, dan hampir seluruh penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal.

Hingga dua tahun setelah serangan, puluhan sandera Israel masih belum dibebaskan, sementara dunia terus mencari jalan untuk mengakhiri konflik tersebut.