Liputan6.com, Beijing - Upaya penyelamatan sedang berlangsung di Gunung Everest setelah badai salju menjebak hampir 1.000 orang di area perkemahan di sisi timur gunung tersebut. Demikian menurut media pemerintah China.
Ratusan pendaki yang terjebak badai salju di dekat lereng timur gunung di wilayah Tibet telah dipandu menuju tempat aman oleh tim penyelamat pada hari Minggu (9/10/2025), ketika curah hujan yang luar biasa lebat mengguyur kawasan Himalaya.
Menurut laporan China Central Television (CCTV) hingga hari Minggu, sebanyak 350 orang telah mencapai kota kecil Qudang, sementara kontak telah dilakukan dengan lebih dari 200 pendaki lainnya.
Advertisement
Ratusan wisatawan berkunjung ke lembah terpencil Karma, yang mengarah ke lereng timur Kangshung di Everest, dalam pekan ini untuk memanfaatkan libur Nasional selama delapan hari di China.
Salju mulai turun di lembah tersebut—yang berada di ketinggian rata-rata 4.200 meter—pada Jumat (3/10) malam dan terus berlanjut sepanjang hari Sabtu (4/10).
"Di pegunungan sangat basah dan dingin. Risiko hipotermia benar-benar tinggi," kata Chen Geshuang, anggota dari kelompok pendakian berjumlah 18 orang yang berhasil mencapai Qudang.
"Cuaca tahun ini tidak normal. Pemandu kami mengatakan dia belum pernah mengalami cuaca seperti ini pada bulan Oktober. Dan semuanya terjadi begitu tiba-tiba."
Warga Ikut Membantu
Menurut laporan CCTV, para pendaki yang tersisa akan tiba di Qudang secara bertahap di bawah bimbingan dan bantuan tim penyelamat yang diorganisir oleh pemerintah daerah. Laporan dari media milik pemerintah, Jimu News, menyebutkan bahwa ratusan warga desa setempat serta tim penyelamat telah dikerahkan untuk membantu membersihkan salju yang menutup akses menuju area tersebut.
Jimu memperkirakan hampir 1.000 orang telah terjebak. Laporan CCTV tidak menyebutkan apakah pemandu lokal dan staf pendukung rombongan pendaki telah terdata seluruhnya atau belum. Belum jelas pula apakah pendaki di dekat lereng utara Everest—yang juga berada di wilayah Tibet—terpengaruh oleh badai ini.
Kelompok Chen turun dari pegunungan pada hari Minggu dan disambut oleh warga desa setelah melewati malam dengan hujan salju lebat disertai petir dan kilat.
"Ketika kami sampai di desa, kami makan dan akhirnya bisa merasa hangat kembali," tutur Chen.
Lereng utara Everest, karena aksesnya yang mudah melalui jalan beraspal, secara rutin menarik banyak wisatawan. Bulan Oktober merupakan musim puncak kunjungan, ketika langit biasanya cerah setelah berakhirnya musim monsun India.
Pemberitahuan di akun resmi WeChat milik Tingri County Tourism Company menyatakan penjualan tiket dan akses masuk ke seluruh kawasan wisata Everest telah ditangguhkan sejak Sabtu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3125548/original/098556700_1589266076-20200512-Gunung-Everest-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4441329/original/046708800_1685016629-pexels-pixabay-33786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3995760/original/096587400_1649941084-20220414-Proyeksi-Neraca-Perdagangan-Indonesia-FANANI-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720554/original/060197100_1782813704-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672277/original/063177600_1782711737-NCsRb5czH44MUNLZy8YHS771xaRgvJEmI7skFWQv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5258288/original/028345200_1750351565-IMG_5302.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8681319/original/003935100_1782730752-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4729966/original/074920500_1706586460-taro-ohtani-5T5zmIqs0AM-unsplash.jpg)