Liputan6.com, Tokyo - Partai berkuasa di Jepang memilih mantan Menteri Keamanan Ekonomi Sanae Takaichi sebagai pemimpin barunya, yang membuka jalan baginya untuk menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang.
Di sebuah negara yang mendapat peringkat buruk secara internasional dalam hal kesetaraan gender, Takaichi akan mencatat sejarah sebagai tokoh perempuan pertama yang berhasil memimpin Partai Demokrat Liberal (LDP), partai konservatif yang telah lama berkuasa. Melansir AP, sosoknya dikenal sebagai salah satu figur paling konservatif di partai yang didominasi laki-laki itu.
Takaichi mengalahkan Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi—putra mantan Perdana Menteri populer Junichiro Koizumi—dalam pemungutan suara putaran kedua internal LDP pada hari Sabtu (4/10/2025).
Advertisement
Dia menggantikan Perdana Menteri Shigeru Ishiba di saat partai berusaha merebut kembali dukungan publik dan mempertahankan kekuasaan setelah mengalami kekalahan besar dalam pemilu.
Takaichi diperkirakan hampir pasti menjadi perdana menteri berikutnya karena LDP masih menjadi partai tunggal terbesar di majelis rendah—lembaga yang menentukan pemimpin nasional—sementara kubu oposisi terpecah ke dalam banyak kelompok.
Namun, partai ini menghadapi tantangan besar. Kekalahan beruntun dalam pemilu selama setahun terakhir membuat LDP kehilangan mayoritas mutlak di kedua majelis, sehingga tidak lagi bisa menguasai parlemen sendirian.
Pemimpin baru diharapkan mampu segera menanggapi berbagai persoalan dalam dan luar negeri, sembari membangun kerja sama dengan partai oposisi utama untuk menjalankan kebijakan.
Meski begitu, kemenangan Takaichi hanyalah langkah awal.
Â
Butuh Dukungan Oposisi
Pemilihan kepemimpinan pada hari Sabtu hanya melibatkan 295 anggota parlemen LDP serta sekitar 1 juta anggota resmi yang membayar iuran. Jumlah itu sejatinya hanya mewakili sekitar 1 persen dari publik Jepang.
Karena basis dukungan langsungnya terbatas, LDP masih membutuhkan sokongan dari pihak oposisi yang selama ini sering mereka abaikan. Untuk itu, partai kemungkinan besar akan berusaha memperluas koalisinya bersama Komeito yang berhaluan moderat dan diperkirakan juga akan mencoba menggandeng sedikitnya satu partai oposisi berhaluan tengah.
Dalam kontestasi pemilihan pemimpin LDP, kelima kandidat sama-sama menyebut diri mereka sebagai konservatif moderat untuk menunjukkan kesediaan bekerja sama dengan oposisi.
Mereka semuanya berkampanye dengan menekankan penanggulangan kenaikan harga dan mendorong peningkatan gaji, memperkuat pertahanan serta ekonomi, dan memperketat kebijakan mengenai pekerja asing. Namun, mereka sengaja menjauhi isu-isu sosial liberal yang dianggap memecah belah, seperti kesetaraan gender dan keberagaman seksual.
Para pengamat mencatat, para kandidat menghindari pula membahas pandangan politik mereka terkait isu sejarah, pernikahan sesama jenis, maupun topik kontroversial lain, termasuk skandal dana politik LDP—yang menjadi penyebab utama kekalahan pemilu—serta langkah-langkah antikorupsi. Sikap menghindari ini, menurut para analis, menimbulkan keraguan terhadap kemampuan partai untuk memulihkan kepercayaan publik.
Â
Advertisement
Ujian Penting Menanti
Sebelumnya, jajak pendapat menempatkan Koizumi, Takaichi, dan Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi—seorang politikus moderat veteran—sebagai kandidat utama. Dua kandidat lain, Menteri Perdagangan Toshimitsu Motegi dan Menteri Ekonomi Takayuki Kobayashi, dipandang tidak terlalu berpeluang.
Jika terpilih, Koizumi akan menjadi perdana menteri termuda dalam lebih dari satu abad.
Pemungutan suara di parlemen diperkirakan berlangsung pertengahan Oktober. LDP, yang dikritik para pemimpin oposisi karena dianggap menciptakan kekosongan politik berkepanjangan, perlu segera bergegas karena pemimpin baru akan langsung menghadapi ujian diplomatik penting: kemungkinan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang berpotensi menuntut agar Jepang meningkatkan anggaran pertahanannya.
Pertemuan tersebut dikabarkan akan digelar pada akhir Oktober, bertepatan dengan lawatan Trump ke Korea Selatan untuk menghadiri KTT APEC yang dimulai 31 Oktober.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370619/original/025504400_1759563062-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3936803/original/025620400_1645068709-000_9TM6Z8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5258288/original/028345200_1750351565-IMG_5302.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5435394/original/073589400_1765033522-beringin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4729966/original/074920500_1706586460-taro-ohtani-5T5zmIqs0AM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)