Delegasi AIMEP 2025 Puji Kehidupan Umat Muslim di Indonesia

Apa kesan para delegasi AIMEP 2025 terhadap masyarakat muslim di indonesia?

Diterbitkan 19 September 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anjum Kasmani dan Alaa Karrar, dua dari beberapa delegasi Australia-Indonesia muslim Exchange Program (AIMEP) 2025, memuji kehidupan muslim di Indonesia yang dinilainya dinamis, penuh kedamaian, sekaligus menjadi inspirasi bagi komunitas muslim di Australia.

Hal ini mereka sampaikan dalam wawancara di sela kunjungan delegasi AIMEP ke Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Anjum Kasmani, anggota Mental Health Review Tribunal (MHRT) New South Wales, menyebut kehidupan muslim di Indonesia sangat menginspirasi.

"Kehidupan muslim di Indonesia sangat damai. Tapi saya juga melihat muslim Indonesia sangat dinamis. Mereka melakukan banyak hal hebat, dan sekarang saatnya muslim Indonesia untuk go international," ujarnya.

Menurutnya, pelajaran berharga dari umat Islam di Indonesia adalah adab dan akhlak.

"Perilaku dan etika muslim di Indonesia adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya saksikan di dunia. Dan saya rasa itu adalah sesuatu yang bisa dipelajari umat muslim secara global," tambahnya.

 

Kesan Mendalam dari Masjid Istiqlal

Sementara itu, Alaa Karrar, konsultan senior di National Australia Bank (NAB) sekaligus anggota Australian muslim Women’s Centre for Human Rights, mengaku terkesan dengan peran organisasi Islam besar di Indonesia, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

"Kesan saya terhadap Indonesia sungguh luar biasa. Saya sangat menyukai bagaimana Islam di sini terhubung dengan iman, komunitas, keadilan, dan kerja sosial. Muhammadiyah dan NU melakukan pekerjaan luar biasa," ungkapnya.

Karrar juga menyebut kunjungan ke Masjid Istiqlal meninggalkan pengalaman berharga.

"Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Di Australia kami hanya punya masjid kecil, jadi sangat mengagumkan melihat betapa indahnya masjid ini, penuh sejarah dan arsitektur," katanya.

Perkembangan muslim di Australia

Baik Kasmani maupun Karrar menyoroti perkembangan muslim di Australia yang semakin maju. Kasmani menekankan semakin banyaknya profesional muslim dan tokoh publik berhijab yang tampil di ruang publik.

Karrar menambahkan, meski jumlah muslim di Australia hanya sekitar 3,2 persen dari populasi atau 800 ribu orang, komunitas ini terus berkembang.

"Kami punya komunitas yang tumbuh, banyak sekolah Islam, bahkan di tempat saya bekerja di bank sudah ada ruang salat. Perlahan-lahan kami makin leluasa mempraktikkan iman kami. Tapi, inshallah, kami bisa belajar banyak dari saudara-saudara kami di Indonesia," ujarnya.

Kunjungan delegasi AIMEP 2025 ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antar-komunitas muslim Indonesia dan Australia.

Melalui dialog, pertukaran pengalaman, serta diplomasi masyarakat sipil, kedua negara diharapkan dapat saling menginspirasi dalam membangun kehidupan beragama yang inklusif, dinamis, dan berakar kuat pada nilai-nilai sosial.