4 Politisi Malaysia Diperas Lewat Video Cabul Buatan AI, Diminta Bayar Rp1,6 Miliar

Kini, pelaku pemerasan sedang diburu oleh pihak kepolisian.

Diterbitkan 15 September 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) menerima laporan dari empat politisi yang menjadi korban pemerasan menggunakan video cabul hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Bukit Aman, Komisaris Datuk M. Kumar, menyebut laporan itu diajukan oleh Anggota Parlemen Subang Wong Chen, Senator Datuk Nelson W. Angang, Anggota DPRD Kulim Wong Chia Zhen, serta Anggota Parlemen Sungai Petani Mohammed Taufiq Johari.

Menurut Kumar, seluruh kasus memiliki pola yang sama, yakni ancaman penyebaran video cabul apabila tebusan sebesar USD 100.000 dalam bentuk mata uang kripto tidak dibayarkan, dikutip dari laman The Star, Senin (15/9/2025).

“Semua laporan sedang diselidiki berdasarkan Pasal 385 KUHP terkait pemerasan dan Pasal 233 Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia 1998,” jelasnya dalam pernyataan resmi, Minggu (14/9).

Ia menambahkan, kepolisian bekerja sama dengan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (KPK) untuk menelusuri pemilik akun email yang digunakan dalam pemerasan serta mengumpulkan informasi lain yang relevan.

Kumar menegaskan, siapa pun yang terlibat dalam produksi, distribusi, maupun pemanfaatan video rekayasa cabul tersebut akan menghadapi tindakan hukum tanpa kompromi.

“Polisi tidak akan berkompromi dengan pihak mana pun yang mencoba mengganggu keamanan nasional, ketertiban umum, maupun kerukunan masyarakat,” ujarnya menegaskan.