Liputan6.com, Beijing - Presiden China Xi Jinping (72) menegaskan bahwa umat manusia kini dihadapkan pada pilihan antara perdamaian atau perang dan dialog atau konfrontasi. Pernyataan itu disampaikan Xi Jinping pada Rabu (3/9/2025), dalam pidatonya menjelang parade militer akbar untuk memperingati 80 tahun Hari Kemenangan Perang Rakyat China melawan Agresi Jepang sekaligus berakhirnya Perang Dunia II.
Xi Jinping, yang mengenakan setelan bergaya Mao Zedong, memulai pidato singkatnya dengan mengenang para veteran China dan menyerukan pemberantasan akar-akar perang agar sejarah tidak terulang kembali. Namun, pesan utamanya berfokus pada masa depan: Hari ini, China kuat, tidak takut pada siapa pun, dan siap mengambil peran kepemimpinan di dunia.
"Rakyat China adalah bangsa yang tidak takut akan kekerasan, serta mandiri dan kuat," ujarnya seperti dilansir AP. "Kami akan berpegang teguh pada jalan pembangunan damai dan bekerja bergandengan tangan dengan rakyat dari semua negara untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia."
Advertisement
Parade yang berlangsung sekitar 90 menit itu memamerkan rudal, jet tempur, dan perlengkapan militer lainnya. Beberapa di antaranya dipamerkan ke publik untuk pertama kalinya.
Acara dimulai dengan pasukan yang berbaris serempak dalam irama teratur, derap sepatu bot mereka menggema di jalanan. Xi Jinping, selaku ketua Komisi Militer Pusat yang memimpin militer China, memeriksa barisan pasukan dengan menumpang limusin Hongqi hitam klasik yang melaju di sepanjang Jalan Chang’an, pusat Kota Beijing.
Dia berdiri tegak dari sunroof limusin dengan empat mikrofon berjajar di depannya, lalu memberi salam kepada barisan pasukan saat kendaraannya melaju melewati deretan persenjataan dan kendaraan militer.
Pasukannya kemudian menjawab dengan meneriakkan semboyan secara serempak, "Kami mengabdi kepada rakyat."
Drone hingga Rudal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5337605/original/027226400_1756927893-Untitled.jpg)
Beragam senjata dan perlengkapan militer dipamerkan dalam parade militer China, yang dihadiri puluhan pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, hingga Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Berikut adalah di antara senjata-senjata yang ditampilkan seperti dikutip dari CBS News dan Reuters:
Drone, AI, dan Laser
Untuk pertama kalinya, senjata laser LY-1 ditampilkan dalam parade tersebut. Senjata ini dipasang di atas truk lapis baja. Analis pertahanan Alexander Neill menuturkan kepada BBC bahwa perangkat bertenaga tinggi itu diyakini mampu melumpuhkan sistem elektronik atau membutakan pilot.
Selain itu, terdapat sejumlah drone konvensional yang ikut dipamerkan, bersama dengan beberapa drone yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah drone bawah laut raksasa AJX002, dengan panjang sekitar 20 meter. Kendaraan bawah laut tanpa awak berukuran ekstra besar ini dirancang untuk melaksanakan misi pengintaian atau pengawasan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5337606/original/087888100_1756928117-Untitled.jpg)
China juga menampilkan drone serang siluman, termasuk GJ-11, yang mampu terbang beriringan dengan jet tempur berawak dan membantu mereka dalam menjalankan misi.
Parade memperlihatkan pula "robot serigala". Para ahli menjelaskan bahwa robot berkaki empat ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai operasi, seperti menyapu ranjau, melaksanakan misi pengintaian atau bahkan memburu pasukan musuh.
Rudal Jarak Jauh Berhulu Ledak Nuklir
Dalam paradenya, China mengungkap versi terbaru dari rudal balistik antarbenua berhulu ledak nuklir Dongfeng-5 (DF-5C), yaitu varian terbaru dari keluarga rudal "Dongfeng". Neill mengatakan kepada BBC bahwa rudal ini memiliki jangkauan lebih jauh dibandingkan varian sebelumnya dan dapat membawa hingga 12 hulu ledak dalam satu misi.
Neill menjelaskan bahwa rudal baru ini berbasis silo, yakni dirancang untuk diluncurkan dari fasilitas bawah tanah, dan dimaksudkan sebagai penangkal strategis. Menurut AP, DF-5C memiliki jangkauan sekitar 20.000 kilometer, sehingga mampu menjangkau wilayah mana pun di Amerika Serikat (AS) dari daratan China.
Selain DF-5C, parade militer menampilkan sejumlah rudal balistik berhulu ledak nuklir lainnya, termasuk Dongfeng-61 (DF-61), Dongfeng-31, serta rudal berbasis laut Julang-3 (JL-3). Parade ini juga mempertontonkan rudal jelajah berbasis udara Jinglei-1, yang diluncurkan dari pesawat pengebom jarak jauh. Dengan memperlihatkan rudal-rudal ini, China untuk pertama kalinya secara terbuka menunjukkan kemampuan nuklir triad — yaitu sistem senjata nuklir yang dapat diluncurkan dari darat, laut, dan udara. Kantor berita Xinhua menyebutnya sebagai kartu truf untuk menjaga kedaulatan dan martabat negara.
Informasi mengenai DF-61 masih sangat terbatas, namun model sebelumnya memiliki jangkauan lebih dari 12.000 kilometer dan mampu membawa beberapa hulu ledak.
Rudal Jelajah dan Hipersonik
Selain jajaran rudal balistik, parade menampilkan sejumlah rudal jelajah, antara lain Changjian-20A, Yingji-18C, Changjian-1000, serta Jinglei-1 yang diluncurkan dari pesawat.
Tidak ketinggalan, China memamerkan rudal hipersonik, termasuk rudal anti-kapal yang sebelumnya diuji terhadap tiruan kapal induk AS, yakni Yingji-19, Yingji-17, dan Yingji-20. Selain itu, turut ditampilkan rudal hipersonik lain seperti Yingji-21, Dongfeng-17, dan Dongfeng-26D. Menurut media pemerintah China, senjata-senjata ini dilengkapi dengan kemampuan tempur segala cuaca.
Advertisement
Momen Istimewa bagi Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong Un
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5337607/original/031452400_1756930394-Untitled.jpg)
Putin dan Kim Jong Un berdiri di sisi Xi Jinping ketika mereka berjalan menuju platform yang menghadap Lapangan Tiananmen. Mereka sempat berhenti sejenak untuk berjabat tangan dengan lima veteran Perang Dunia II, yang beberapa di antaranya telah berusia lebih dari 100 tahun.
Ini merupakan kali pertama, Xi Jinping, Kim Jong Un, dan Putin tampil di hadapan publik secara bersamaan.
Sementara itu, saat parade militer mulai berlangsung, Presiden Donald Trump menulis di media sosial bahwa pertanyaan besar adalah apakah Xi Jinping mengakui kontribusi orang AS yang berjuang dalam perang.
"Harap sampaikan salam hangat saya kepada Vladimir Putin dan Kim Jong Un, saat kalian bersekongkol melawan AS," tambahnya.
AS memandang dengan penuh kewaspadaan pertemuan ketiga pemimpin itu, termasuk KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) di China pada Senin (1/9) yang menghadirkan Xi Jinping, Putin, dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Pernyataan Xi Jinping tidak menyebut AS secara langsung, namun dia menyampaikan rasa terima kasih kepada negara-negara asing yang membantu China melawan invasi Jepang.
Secara domestik, peringatan 3 September ini merupakan cara untuk menunjukkan kemajuan yang dicapai China, yang menjadi salah satu front utama dalam perang di mana jutaan orang tewas akibat invasi Jepang.
Di dalam negeri, parade militer disebut menjadi ajang unjuk kekuatan untuk mengonsolidasikan dukungan bagi Partai Komunis dan Xi Jinping.
"Kebangkitan rakyat China tidak dapat dihalangi dan tujuan luhur pembangunan damai peradaban manusia harus meraih kemenangan," kata Xi Jinping di akhir pidatonya.
Formasi barisan Tentara Pembebasan Rakyat—angkatan bersenjata resmi Republik Rakyat China—mencakup berbagai kesatuan, mulai dari unit tradisional angkatan darat dan laut hingga unit baru seperti pasukan siber yang bertugas mengawasi keamanan informasi.
Dalam pidatonya, Xi Jinping menyebut Tentara Pembebasan Rakyat sebagai militer heroik yang sepenuhnya dapat dipercaya dan diandalkan oleh rakyat dan partai. Dia menegaskan bahwa tugas utama tentara adalah menjaga kedaulatan dan penyatuan kembali negara—sebuah pernyataan yang merujuk pada klaim China atas Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.
Dari ASEAN sendiri, selain Presiden Prabowo hadir Raja Kamboja Norodom Sihamoni; Presiden Vietnam Luong Cuong; Presiden Laos Thongloun Sisoulith; Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim; dan pemimpin Junta Militer Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5337603/original/067819400_1756921929-image.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409459/original/084990600_1479451750-Xi_Jinping.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1407600/original/044869100_1479293912-Vladimir_Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1408447/original/031520300_1479368855-Kim_Jong-un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184984/original/001805500_1744356237-Prabowo_Subianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4242515/original/082929400_1669636390-029706900_1539604744-A_2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2037191/original/026362700_1522206893-20180328-Kim-Jong-Un-dan-Presiden-China-Xi-Jinping-Bertemu-di-Beijing-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365459/original/093580700_1541506163-040291100_1537702786-download_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2971445/original/080173700_1574142919-000_1MD95W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2971443/original/066991700_1574142917-20191119-Ledakan-Tambang-Batu-Bara-di-China-Tewaskan-15-Orang-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6383936/original/083291300_1779259238-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/6400201/original/043009700_1779274284-260520-momen-presiden-vladimir-putin-jalan-bareng-xi-jinping-disambut-upacara-militer-di-cina-a7350a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5842276/original/013183100_1778744131-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755717/original/040386500_1778657615-4.jpg)