Geger! Restoran Hotpot di China Kepergok Pakai Minyak dari Tong Sampah, Netizen Heboh

Kejadian bisa terkuak ke publik usai seorang netizen mengunggah video yang memperlihatkan pihak restoran melakukan aksinya.

Diterbitkan 03 September 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Sebuah restoran hotpot di Chongqing, China barat daya, tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa mereka menggunakan minyak bekas dari tong sampah untuk memasak.

Kabar ini mencuat setelah sebuah video viral memperlihatkan seorang perempuan paruh baya sedang menyendok minyak dari tempat sampah di pinggir jalan, dikutip dari laman SCMP, Rabu (3/9/2025).

Peristiwa ini terjadi pada 18 Agustus lalu. Dalam video yang diunggah oleh seorang netizen, terlihat seorang perempuan berusia sekitar enam puluhan dengan seragam restoran hotpot sedang mengambil cairan berminyak dari tong sampah menggunakan sendok sayur dan ember plastik.

Saat ditanya siapa yang menyuruhnya, perempuan bermarga Zhang itu hanya menjawab singkat, "Saya baru mulai kerja di sini," tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Jawaban yang tidak jelas ini sontak memicu kecurigaan publik. Banyak yang menduga bahwa minyak bekas tersebut akan digunakan kembali di dapur restoran. Dugaan ini mendorong manajer restoran, Xiao, untuk memberikan klarifikasi.

Xiao membenarkan bahwa perempuan dalam video adalah karyawan baru yang baru bekerja beberapa hari. Ia menegaskan bahwa minyak yang diambil Zhang tidak digunakan oleh restoran.

"Dia memang karyawan kami, tapi minyak itu tidak untuk restoran. Ia mengumpulkan sendiri untuk dijual ke perusahaan sanitasi yang biasa mendaur ulang limbah minyak," jelas Xiao kepada Red Star News.

Zhang pun kemudian membuat pernyataan tertulis, menyatakan bahwa tindakannya merupakan inisiatif pribadi dan tidak melibatkan restoran tempatnya bekerja. "Ini adalah keputusan saya sendiri, tidak ada kaitannya dengan restoran," tulisnya.

Polisi China Sampai Turun Tangan

Kantor Pengawasan Pasar di Distrik Jiulong turut turun tangan menyelidiki kasus ini. Hasilnya, mereka menemukan bahwa restoran memang menjual minyak bekasnya ke perusahaan daur ulang resmi. Petugas juga mengonfirmasi bahwa Zhang baru bekerja di restoran tersebut selama seminggu, dan sempat menerima bayaran sebesar 40 yuan (sekitar Rp90 ribu) dalam dua kali pembayaran melalui WeChat—diduga sebagai hasil penjualan minyak bekas.

"Tidak ditemukan bukti langsung bahwa restoran menggunakan kembali minyak bekas tersebut untuk memasak," ujar salah satu petugas pengawas pasar.

Meski demikian, insiden ini tetap memicu perdebatan sengit di dunia maya. Beberapa warganet menilai kejadian ini murni kesalahan individu.

"Kalau memang restoran berniat pakai lagi, kenapa dibuang ke tong sampah dari awal?" tulis seorang komentator.

Namun ada pula yang skeptis, "Kalau memang minyak itu dijual, tunjukkan saja buktinya. Kalau tidak, ya wajar kalau orang curiga."

 

Skandal Serupa di China

Insiden ini juga mengingatkan publik pada skandal keamanan pangan lain di China. Pada Juli 2024, media melaporkan bahwa truk tangki bekas pengangkut bahan kimia digunakan kembali untuk membawa minyak goreng dan sirup tanpa proses pembersihan yang memadai.

Kemudian, pada Juni 2023, sebuah video dari kafetaria kampus viral karena memperlihatkan sepiring nasi dengan kepala tikus, yang memicu kemarahan publik dan mendorong peningkatan pengawasan terhadap kualitas makanan di institusi pendidikan.

Meski belum terbukti adanya pelanggaran serius dalam kasus restoran hotpot ini, kejadian tersebut kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan—dan betapa cepatnya ketidakpercayaan publik bisa tumbuh dari satu rekaman singkat di media sosial.