Pria di China Gugat Istri Rp685 Juta Setelah Tes DNA Ungkap Anak Bukan Darah Dagingnya

Bagaimana kronologi kejadian sampai si suami meminta tes DNA sebagai pembuktian?

Diterbitkan 02 September 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com - Beijing Di China, sebuah kejadian mengejutkan terjadi ketika seorang pria mengetahui lewat tes DNA bahwa kedua anak laki-lakinya ternyata bukan anak kandungnya. Fakta itu terungkap setelah salah satu anaknya menyerangnya.

Jiang Hongtao (45) dari Provinsi Shandong menggugat mantan istrinya ke pengadilan. Ia menuntut pengembalian biaya nafkah dan pendidikan anak sebesar 300.000 yuan (sekitar Rp685 juta), dilansir dari BBC, Selasa (2/9/2025).

Menurut media lokal Jimu News, Jiang menikahi istrinya pada 2002. Anak pertama mereka lahir dua tahun kemudian, disusul anak kedua pada 2014. Namun, pada 2022, pernikahan mereka kandas karena sang istri sering menghilang dari rumah.

Dalam perjanjian perceraian, semua harta bersama jatuh ke tangan mantan istrinya, sementara Jiang hanya mendapat sebuah mobil. September tahun lalu, saat Jiang pulang bersama istri barunya, mantan istri dan kedua anaknya datang menuntut harta.

Pertengkaran soal biaya hidup memanas. Putra sulungnya, Jiang Runze, mendorong dan mencekiknya sambil berteriak: "Kau bukan ayahku!"

Ucapan itu membuat Jiang curiga. Ia lalu mengambil sikat gigi Runze untuk tes DNA. Hasilnya mengejutkan: mereka tidak punya hubungan darah. Tes berikutnya pada anak kedua juga menunjukkan hal sama. Jiang menuduh Runze sebenarnya anak dari sekretaris desa, sedangkan anak keduanya adalah anak kandung sepupunya.

"Mantan istri saya telah membuat saya sangat menderita," ujar jiang.

Orang tua Jiang ikut merasakan kepedihan itu.

"Cucu yang kami besarkan selama lebih dari 20 tahun ternyata bukan darah daging kami. Hati kami hancur," ujar mereka.

Di pengadilan, Jiang menuntut ganti rugi emosional 100.000 yuan (sekitar Rp228 juta) serta pengembalian biaya nafkah anak. Namun Runze menolak, menyebut tes DNA tidak sah dan ditunggangi oleh istri baru Jiang.

Mantan istri Jiang hanya mau mengakui kompensasi emosional sesuai standar hukum setempat. Ia menolak pengembalian biaya nafkah anak, bahkan meminta perjanjian perceraian mereka dibatalkan.

Gugatan Lain

Pengadilan sudah mengonfirmasi bahwa kedua anak itu memang bukan keturunan biologis Jiang, tapi putusan resmi belum diumumkan. Belakangan, Jiang menyebut istri sepupunya telah menggugat mantan istri dan sepupunya karena perselingkuhan.

Pada 24 Agustus, Runze mengunggah video berisi pernyataan bahwa pengadilan telah memenangkan Jiang. Ia menambahkan bahwa dirinya, adiknya, dan ibunya memutus hubungan dengan keluarga Jiang.

"Saya berharap ayah dan istri barunya bisa menjaga kakek-nenek dengan baik. Saya hanya mendoakan yang terbaik bagi mereka," katanya.

Kasus ini langsung jadi perbincangan di media sosial China, dengan total tayangan lebih dari 30 juta kali.

"Jiang adalah korban. Dia membesarkan dua anak yang bukan miliknya selama 22 tahun, dan akhirnya salah satunya masih menuntut uangnya," tulis seorang netizen.

"Saya mendukung Jiang mencari keadilan. Yang paling bersalah adalah mantan istrinya yang tidak setia," tulis netizen lain.