7 Bumbu Dapur Ini Diyakini Bisa Bantu Tingkatkan Kesehatan Otak

Beberapa penelitian bahkan menyebut bumbu dapur ini mampu mengurangi risiko Alzheimer pada manusia.

Diterbitkan 25 Agustus 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tak ingin memiliki ingatan yang tajam, bahkan hingga usia lanjut? Tak heran bila banyak orang mencari cara alami untuk menjaga kesehatan otak -- mulai dari pola makan, gaya hidup sehat, hingga memanfaatkan herbal dan rempah tradisional.

Beberapa di antaranya bahkan mungkin sudah tersedia di dapur Anda.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa bumbu dapur dan tanaman obat memiliki potensi dalam menjaga fungsi kognitif, membantu melawan penurunan daya ingat, hingga mengurangi risiko Alzheimer.

Meski begitu, penting untuk tetap realistis: rempah-rempah ini bukanlah obat ajaib, melainkan pelengkap yang bisa mendukung kesehatan otak secara alami.

Berikut bumbu dapur yang diyakini bermanfaat:

1. Sage

Sage dikenal dengan aroma tajamnya dan sudah lama digunakan sebagai herbal penambah daya ingat. Penelitian menunjukkan tanaman ini mengandung senyawa yang mendukung fungsi kognitif dan neurologis, bahkan berpotensi membantu penderita Alzheimer.

2. Kunyit

Rempah kuning cerah ini mengandung kurkumin, zat dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Beberapa studi menyebut kurkumin mampu membantu membersihkan penumpukan beta-amiloid di otak—protein yang membentuk plak terkait Alzheimer. Kunyit juga dapat melindungi sel-sel saraf dari kerusakan. Tambahkan ke dalam tumisan, sup, atau kari untuk meningkatkan asupan harian.

3. Ginkgo Biloba

Sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, ginkgo biloba dipercaya dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan mendukung fungsi kognitif. Walau hasil penelitian masih beragam, ekstrak ginkgo biloba (EGb761) disebut berpotensi memperlambat penurunan kognitif, terutama pada pasien dengan gejala demensia atau gangguan neuropsikiatri.

4. Ashwagandha

Tanaman populer dalam Ayurveda ini memiliki kemampuan menghambat pembentukan plak beta-amiloid. Selain itu, ashwagandha membantu mengurangi stres oksidatif—faktor penting dalam perkembangan penyakit Alzheimer.

 

5. Ginseng

Dikenal luas sebagai “energi alami,” ginseng juga dianggap mampu mendukung daya ingat dan memperlambat penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Kandungan ginsenosida di dalamnya bersifat anti-inflamasi dan menurut studi, dapat menurunkan kadar beta-amiloid di otak.

6. Gotu Kola (Pegagan)

Dalam pengobatan tradisional Asia, gotu kola dipercaya meningkatkan kejernihan pikiran. Penelitian modern menunjukkan tanaman ini dapat melawan stres oksidatif serta berpotensi meningkatkan fungsi kognitif, termasuk pada penderita Alzheimer.

7. Lemon Balm

Biasa dikonsumsi sebagai teh penenang, lemon balm juga diyakini bermanfaat untuk kesehatan otak. Senyawa asam rosmarinat di dalamnya memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi. Studi terbaru menemukan bahwa ekstrak lemon balm dapat membantu mencegah penurunan fungsi kognitif pada lansia, sekaligus mengurangi gejala Alzheimer.

Catatan PentingMeski menjanjikan, penggunaan herbal dan rempah ini sebaiknya tetap dilakukan dengan bijak. Efeknya bisa berbeda pada setiap orang, dan penelitian masih terus berkembang. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakannya sebagai suplemen, terutama bagi yang memiliki kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat tertentu.