Adik Kim Jong Un: Korea Selatan Berkepribadian Ganda

Apa yang membuat Kim Yo Jong, salah satu tokoh paling berpengaruh di lingkaran kekuasaan Korea Utara, menyebut Korea Selatan berkepribadian ganda?

Diperbarui 21 Agustus 2025, 07:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pyongyang - Kim Yo Jong —adik sekaligus orang kepercayaan pemimpin Kim Jong Un— menyebut Korea Selatan dan presidennya, Lee Jae Myung, memiliki kepribadian ganda karena di satu sisi berbicara tentang perdamaian, namun di sisi lain tetap melanjutkan latihan militer bersama Amerika Serikat (AS). 

Pernyataannya datang setelah Korea Selatan dan AS pekan ini memulai latihan militer gabungan yang bernama Ulchi Freedom Shield, termasuk menguji respons yang ditingkatkan terhadap ancaman nuklir Korea Utara yang semakin besar.

Korea Utara secara rutin mengkritik latihan semacam itu sebagai gladi bersih untuk invasi dan terkadang merespons dengan uji coba senjata, namun Korea Selatan dan AS menyatakan latihan itu semata-mata bersifat defensif.

Sejak menjabat pada Juni lalu, pemerintahan Lee Jae Myung berupaya memperbaiki hubungan antar kedua negara yang secara teknis masih berperang setelah konflik 1950–1953, meski Korea Utara beberapa kali menolak tawaran yang disampaikan presiden Korea Selatan itu.

Minggu ini, Lee Jae Myung memerintahkan kabinetnya untuk menyiapkan penerapan sebagian secara bertahap dari kesepakatan lama dengan Korea Utara. Sementara itu, sejak pekan lalu Korea Selatan telah mulai mencabut pengeras suara yang selama ini menyiarkan propaganda anti-Korea Utara di sepanjang perbatasan.

"Lee Jae Myung bukanlah tipe orang yang akan mengubah jalannya sejarah," kata Kim Yo Jong seperti dilansir KCNA pada Rabu (20/8/2025), menyebut Lee Jae Myung memiliki ambisi konfrontatif.

"Mereka (Korea Selatan) terus saja dengan membosankan berbicara tentang perdamaian dan peningkatan hubungan padahal mereka tahu betul hal itu mustahil diwujudkan karena mereka punya motif tersembunyi untuk akhirnya mengalihkan tanggung jawab atas gagalnya pemulihan hubungan RDRK-ROK kepada RDRK."

RDRK adalah singkatan dari Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korea Utara, sementara ROK merujuk pada Republik Korea, nama resmi Korea Selatan.

Respons Korea Selatan

Dalam pernyataannya, Kim Yo Jong juga menyebutkan, "ROK, yang tidak serius, tidak punya bobot, dan tidak jujur, tidak akan diberi tempat—bahkan hanya sebagai pemain kelas dua—dalam arena diplomasi kawasan yang berpusat pada RDRK."

"ROK sama sekali bukan mitra diplomatik bagi RDRK."

Menanggapi pernyataan tersebut, kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan pemerintah akan membuka era baru bagi pertumbuhan bersama dengan Korea Utara dan langkah-langkah yang diambil baru-baru ini dimaksudkan untuk stabilitas dan kemakmuran kedua Korea.

Awal pekan ini, Kim Jong Un menyatakan bahwa latihan gabungan AS-Korea Selatan adalah ungkapan jelas dari niat mereka memprovokasi perang dan bahwa negaranya perlu dengan cepat memperluas persenjataan nuklirnya.

 

Â