Liputan6.com, Beijing - Bayangkan sebuah robot yang bukan hanya sekadar mesin, tapi mampu “hamil” selama 10 bulan dan melahirkan bayi hidup layaknya manusia sungguhan. Ide ini bukan dari film fiksi ilmiah, melainkan proyek nyata yang kini tengah dikembangkan di China.
Pada 8 Agustus, media sains dan teknologi Kuai Ke Zhi mewawancarai Zhang Qifeng, PhD di Nanyang Technological University, Singapura, sekaligus CEO Kaiwa Technology, perusahaan rintisan robotik yang menggarap teknologi revolusioner ini.
Zhang mengungkapkan bahwa pihaknya hampir menyelesaikan robot kehamilan humanoid pertama di dunia, lengkap dengan inkubator canggih yang terintegrasi di perut robot. Menurutnya, robot ini mampu menjalani kehamilan penuh dan melahirkan seperti manusia, dilansir dari Odditycentral, Jumat (15/8/2025).
Advertisement
Di pusat robot pengganti ini terdapat rahim buatan, tempat embrio dipelihara dalam cairan ketuban dan diberi nutrisi melalui tabung tali pusar.
Zhang mengklaim teknologi rahim buatan ini sudah sukses dalam uji coba pada hewan, dan versi humanoidnya akan dirilis dalam setahun dengan harga di bawah 100.000 yuan (sekitar Rp223 juta).
“Teknologi rahim buatan sudah berada di tahap matang, dan sekarang perlu ditanamkan di perut robot sehingga orang sungguhan dan robot dapat berinteraksi untuk mencapai kehamilan, memungkinkan janin tumbuh di dalamnya,” ujar Zhang Qifeng, dikutip Chosun Daily.
Tanggapan dari Berbagai Pihak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3268979/original/021192900_1602817772-pexels-photo-5053738.jpeg)
Meski Zhang tidak merinci proses pembuahan dan penanaman embrio, kabar ini langsung viral di media sosial China. Sebagian pihak mengecamnya sebagai “tidak alami” dan “tidak etis” karena menghilangkan ikatan janin dengan ibu kandung.
Namun, ada pula yang antusias melihat peluang teknologi ini bagi pasangan yang kesulitan punya anak atau bagi mereka yang ingin membebaskan perempuan dari beban kehamilan.
“Kalau harganya hanya setengah dari gaji tahunan saya, saya akan langsung membelinya,” tulis seorang warganet.
“Saya sudah mencoba inseminasi buatan tiga kali dan semuanya gagal. Sekarang saya punya kesempatan untuk punya bayi,” tulis pengguna lain.
Meski banyak dukungan, para ahli medis tetap ragu. Mereka menilai robot ini sulit meniru aspek penting kehamilan manusia, seperti sekresi hormon ibu, interaksi sistem imun, dan perkembangan otak janin.
Menurut mereka, pengetahuan soal proses ini masih terbatas, sehingga replikasinya secara artifisial hampir mustahil dilakukan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884974/original/049169400_1759077558-1000617200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4565527/original/016038800_1693989450-suhyeon-choi-NIZeg731LxM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1893797/original/034755900_1518490170-20180210-Irina-Shayk-Melenggang-Bareng-Robot-di-Catwalk-New-York-Fashion-Week-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7176535/original/098869400_1779970173-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4398660/original/048888400_1681731711-black-bear-g04bcb3b90_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5810273/original/044405300_1778713160-20260514_053957.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672895/original/019060200_1778538514-Kebakaran_Kalideres.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2748581/original/016857400_1552342962-penatagon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5375627/original/002960200_1759974139-yeonhee-JUTvlYwaiD4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506236/original/029119400_1771417828-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5399808/original/048930800_1762008770-AI.jpg)