Robot Serigala Jepang Laris Manis untuk Usir Beruang

Pesanan sebagian besar datang dari petani, pengelola lapangan golf, dan mereka yang bekerja di luar ruangan di wilayah pedesaan, seperti pekerja konstruksi.

Diterbitkan 14 Mei 2026, 08:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Sebuah perusahaan Jepang yang memproduksi robot serigala berwajah garang kini kebanjiran pesanan setelah jumlah serangan beruang mematikan terhadap manusia mencapai rekor tertinggi tahun lalu.

"Monster Wolf" adalah orang-orangan sawah animatronik yang dilengkapi mata merah berkedip serta mampu melolong dan menggeram dengan suara mengancam untuk menakut-nakuti hewan liar.

Ohta Seiki, perusahaan yang berbasis di Hokkaido dan memproduksi perangkat tersebut, telah menerima sekitar 50 pesanan sepanjang tahun ini, lebih banyak dibandingkan volume pesanan normal selama satu tahun penuh.

"Kami membuatnya secara manual. Kami tidak bisa membuatnya cukup cepat sekarang. Kami meminta pelanggan kami menunggu dua hingga tiga bulan," kata presiden perusahaan, Yuji Ohta, kepada AFP.

"Kesadaran mengenai keselamatan dari beruang dan langkah-langkah penanggulangan kerusakan akibat satwa liar (terhadap hasil pertanian) meningkat. Ada juga pengakuan yang semakin besar bahwa produk kami efektif untuk menghadapi beruang."

 

 

Rekor Tertinggi

Beruang dilaporkan menewaskan 13 orang di seluruh Jepang sepanjang 2025-2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan rekor tertinggi sebelumnya.

Lebih dari 50.000 penampakan beruang tercatat secara nasional, lebih dari dua kali lipat rekor sebelumnya yang terjadi dua tahun sebelumnya, menurut data resmi.

Hewan-hewan tersebut memasuki rumah warga, berkeliaran di dekat sekolah, serta mengamuk di supermarket dan resor pemandian air panas hampir setiap hari.

Jumlah beruang yang ditangkap lalu dimusnahkan hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 14.601 ekor, sekaligus mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Beberapa wilayah utara Jepang juga melaporkan pada April jumlah penampakan beruang lebih dari empat kali lipat dibandingkan tahun lalu ketika hewan-hewan tersebut keluar dari hibernasi, menurut media lokal.

"Monster Wolf" menggunakan bulu sintetis yang disampirkan pada rangka pipa rakitan dan dipasangkan dengan pengeras suara, serta dilengkapi kepala bermulut terbuka yang tampak mengancam.

Dengan harga mulai sekitar USD 4.000 (Rp17.515) atau sekitar Rp70 juta atau lebih, sistem tersebut dilengkapi baterai, panel surya, sensor, pengeras suara, dan berbagai perangkat lainnya.

Perangkat itu dapat menyiarkan lebih dari 50 jenis suara rekaman, termasuk suara manusia dan suara elektronik, yang dapat terdengar hingga jarak 1 kilometer.

Perangkat tersebut dapat menggerakkan kepala ke kanan dan kiri, menyalakan mata LED merah berkedip, dan ekornya dilengkapi lampu LED biru.

Ohta memperkenalkan produk tersebut pada 2016 untuk mencegah kerusakan hasil pertanian akibat rusa, babi hutan, dan beruang, namun pada awalnya produk itu dianggap sekadar gimmick.

Perusahaan kini sedang meningkatkan kemampuan perangkat itu dengan memasangnya pada roda agar dapat mengejar hewan atau berpatroli di jalur tertentu.

Ohta berencana mengembangkan versi genggam "Monster Wolf" untuk pendaki, pemancing, dan anak-anak sekolah, sekaligus mengeksplorasi kamera kecerdasan buatan untuk model masa depan.

"Kami ingin menerapkan kemampuan manufaktur kami untuk turut berperan dalam menghadapi masalah beruang," imbuhnya.