8 Agustus 1974: Richard Nixon Angkat Kaki dari Gedung Putih Gara-gara Skandal Watergate

Apa alasan dibalik mundurnya Richard Nixon dari jabatan sebagai presiden?

Diterbitkan 08 Agustus 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington - Richard Nixon mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), menjadikannya orang pertama yang melakukan hal teresebut.

Ia menyampaikan keputusan ini di tengah ancaman sidang pemakzulan yang akan segera berlangsung, dan kemungkinan besar akan berujung pada pencopotan dari jabatan, akibat insiden Watergate.

Presiden menyampaikan pengunduran dirinya melalui siaran televisi dari Gedung Putih, Kantor Kepresidenan Amerika Serikat, pada Kamis pukul 21.00 waktu setempat. Pengunduran diri itu akan berlaku mulai tengah hari besok dilansir dari BBC, Kamis (8/8/2025).

Nixon, yang saat itu berusia 61 tahun, awalnya mengatakan bahwa ia merasa berkewajiban menyelesaikan masa jabatannya meskipun dihadapkan pada dakwaan terkait Watergate.

"Dalam beberapa hari terakhir, bagaimanapun, sudah jelas bahwa saya tidak lagi memiliki basis politik yang cukup kuat di Kongres untuk melanjutkan upaya itu," ujarnya.

"Sebagai presiden, saya harus mengutamakan kepentingan Amerika."

Siapakah Penggantinya?

Nixon telah didakwa oleh Komite Yudisial DPR dengan tuduhan “kejahatan dan pelanggaran berat.”

Tuduhan tersebut berasal dari peristiwa pembobolan kantor Komite Nasional Partai Demokrat di kompleks Watergate pada tahun 1972.

Insiden pembobolan, yang terjadi pada kampanye pemilu saat itu, ditelusuri ke anggota kelompok pendukung Nixon bernama "Komite Pencalonan Kembali Presiden (CREEP)".

Rekaman percakapan menunjukkan bahwa presiden kemudian berupaya memengaruhi penyelidikan polisi terkait kasus tersebut.

Nixon meninggalkan jabatannya dengan sisa masa jabatan lebih dari dua tahun dalam periode keduanya sebagai presiden.

Dalam pidatonya, Nixon menyampaikan bahwa Wakil Presiden AS Gerald Ford akan menggantikannya.

Ford pun dilantik sebagai Presiden ke-38 Amerika Serikat di keesokan harinya.

Konteks Sejarah

Insiden Watergate menjadi salah satu momen politik paling dramatis dalam sejarah Amerika Serikat, dan pengunduran diri Nixon menandai pertama kalinya seorang presiden AS mengundurkan diri dari jabatannya.

Kasus ini memicu gelombang krisis kepercayaan terhadap pemerintahan AS dan memunculkan tuntutan reformasi transparansi di lembaga pemerintahan.

Gerald Ford, yang belum lama menjabat sebagai wakil presiden setelah pengunduran diri Spiro Agnew karena kasus korupsi, tiba-tiba menjadi orang yang paling berkuasa di negara itu.

Hanya sebulan setelah dilantik, Ford mengeluarkan pengampunan penuh kepada Nixon atas segala kejahatan yang mungkin telah dilakukan selama menjabat, langkah yang memicu kontroversi besar di publik dan media.

Peristiwa ini memperkuat pentingnya sistem check and balance dalam demokrasi serta mendorong munculnya UU baru mengenai etika dan pengawasan terhadap pejabat publik.