Netanyahu Dihujat Eks PM Naftali Bennet: Gara-gara Anda Israel Jadi Negara Kusta

Ungkapan pedas ini disampaikan Naftali Bennett usai dirinya mengamati penilaian dunia internasional terhadap Israel.

Diterbitkan 07 Agustus 2025, 17:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Benjamin Netanyahu.

Ia menyebut bahwa posisi Israel di mata dunia -- terutama Amerika Serikat -- makin memburuk.

Dalam sebuah unggahan panjang di media sosial pada Selasa (6/8/2025), Bennett menyatakan bahwa Israel kini dipandang sebagai "negara kusta" oleh masyarakat internasional.

Dikutip dari laman Times of Israel, Kamis (7/8) ungkapan pedas ini muncul setelah Bennett menghabiskan 10 hari di AS dan menyaksikan langsung bagaimana citra Israel semakin memburuk, baik di kalangan Partai Demokrat maupun Republik.

"Partai Demokrat sudah lama menjauh, dan kini kita bahkan kehilangan dukungan Partai Republik yang selama ini bisa diandalkan," tulis Bennett.

Ia menuding pemerintah saat ini gagal dalam upaya diplomasi internasional dan menyebut bahwa "kerusakan yang ditimbulkan sangat besar". Menurutnya, para pejabat yang bertanggung jawab atas citra Israel di dunia justru mempermalukan negara sendiri.

"Bahkan mereka yang selama ini menjadi sahabat Israel pun kini kesulitan membela kita," tulisnya.

Salah satu sorotan Bennett adalah keterlibatan beberapa tokoh di lingkaran Netanyahu yang diduga menerima bayaran dari Qatar—negara yang diketahui menjadi pendonor utama Hamas. Dua ajudan Netanyahu diketahui sedang diselidiki atas keterkaitan mereka dengan firma lobi pro-Qatar.

Tak hanya itu, Bennett juga mengecam pernyataan ekstrem dari sejumlah pejabat senior pemerintahan, seperti Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Urusan Diaspora Amichai Chikli, dan Menteri Warisan Budaya Amichai Eliyahu. Ucapan mereka, menurut Bennett, memperburuk posisi Israel di kancah internasional dan bisa menjadi bumerang bagi tentara Israel.

"Apakah mereka pikir ucapan mereka tidak terdengar di luar negeri? Tidakkah mereka sadar bahwa hal itu bisa berujung pada penuntutan terhadap tentara kita di negara lain?" tulis Bennett, menyinggung potensi tuduhan kejahatan perang terhadap pasukan Israel di forum internasional.

 

Jajak Pendapat Partai Milik Bennett

Bennett, yang sempat menggulingkan Netanyahu dan menjabat sebagai perdana menteri selama setahun, telah mendaftarkan partai politik baru bernama "Bennett 2026". Jajak pendapat terbaru menunjukkan partai ini berpotensi menjadi penantang kuat bagi Partai Likud dalam pemilu tahun depan.

Dalam unggahannya, Bennett juga menyinggung kampanye “kelaparan di Gaza" yang menurutnya telah membentuk persepsi publik di AS. Meski Israel membantah tuduhan tersebut dan telah meningkatkan aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza, Bennett menyebut bahwa banyak pihak di AS sudah menganggapnya sebagai fakta.

Ia pun memperingatkan bahwa meningkatnya kritik terhadap Israel turut memicu lonjakan antisemitisme di AS. “Orang Yahudi Amerika kini menghadapi gelombang antisemitisme yang belum pernah saya saksikan seumur hidup," ujarnya.

Pernyataan Bennett ini bukan hanya kritik terhadap Netanyahu, melainkan juga alarm keras atas memburuknya citra dan posisi diplomatik Israel di dunia internasional. Dengan pemilu di depan mata, tampaknya Bennett tengah mempersiapkan panggung untuk kembali ke garis depan politik Israel—dengan pesan bahwa negeri itu butuh arah baru.