Liputan6.com, Tel Aviv - Israel mengaku pada Kamis (17/7/2025), sangat menyesalkan serangan mematikan terhadap satu-satunya gereja Katolik di Gaza, yang menewaskan tiga orang.
Patriarkat Latin Yerusalem, yang memiliki yurisdiksi atas umat Katolik ritus Latin di Gaza, mengatakan bahwa Gereja Keluarga Kudus diserang oleh Israel pada Kamis pagi. Gereja ini telah menjadi tempat perlindungan bagi komunitas Kristen yang sangat kecil di wilayah tersebut di tengah perang yang telah berlangsung selama 20 bulan.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti dilansir CNN menyatakan, "Israel sangat menyesalkan bahwa sebuah amunisi nyasar menghantam Gereja Keluarga Kudus di Gaza. Setiap nyawa tak berdosa yang hilang adalah sebuah tragedi."
Advertisement
"Israel sedang menyelidiki insiden ini dan tetap berkomitmen untuk melindungi warga sipil dan situs-situs suci," tambah pernyataan itu.
Sementara itu, Vatikan pada Kamis menyampaikan bahwa Paus Leo XIV merasa sangat sedih atas serangan tersebut.
Menyebut peristiwa itu sebagai serangan militer, Sekretaris Negara Vatikan Pietro Parolin mengatakan, "Dengan menyerahkan jiwa-jiwa mereka yang telah wafat kepada belas kasih Allah Yang Mahakuasa, Bapa Suci berdoa agar mereka yang berduka mendapatkan penghiburan dan agar yang terluka segera pulih."
Â
Reaksi Trump
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5211257/original/050680100_1746533635-Untitled.jpg)
Kantor Netanyahu menyebutkan dia mengucapkan terima kasih kepada Paus Leo XIV atas kata-kata penghiburan yang disampaikannya.
Netanyahu juga mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump via telepon bahwa insiden di gereja itu adalah sebuah kesalahan. Hal ini disampaikan juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam jumpa pers pada Kamis.
Ketika ditanya pandangan Trump mengenai serangan itu, Leavitt menjawab, "Bukan reaksi yang positif."
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengakui bahwa pihaknya menyerang gereja tersebut "secara keliru".
"Penyelidikan awal atas laporan mengenai orang-orang yang terluka di Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza menunjukkan bahwa pecahan dari sebuah peluru yang ditembakkan selama operasi militer di wilayah tersebut menghantam gereja secara keliru," kata IDF dalam pernyataannya pada Kamis.
"Penyebab insiden ini sedang dikaji."
Advertisement
Bukan Serangan Pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5287029/original/043815700_1752806730-Untitled.jpg)
Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, mengatakan kepada Vatican News bahwa sebuah tank menghantam gereja tersebut secara langsung pada Kamis pagi.
Pastor paroki Gabriel Romanelli terluka dalam serangan, kata pihak patriarkat, bersama sejumlah orang lainnya. Romanelli adalah seorang warga negara Argentina yang telah melayani di Gaza selama hampir 30 tahun.
Tiga orang yang tewas adalah Saad Issa Kostandi Salameh, Foumia Issa Latif Ayyad, dan Najwa Abu Dawood.
Gambar-gambar yang telah diverifikasi oleh CNN menunjukkan bahwa gereja tersebut mengalami kerusakan akibat serangan, namun salib di atas atap gereja tampak masih utuh.
Gereja ini pernah diserang sebelumnya. Menurut pihak patriarkat, pada Desember 2023, seorang penembak jitu militer Israel menembak mati dua perempuan yang sedang berlindung di dalam gereja.
Gereja ini dikenal secara internasional karena hubungan dekatnya dengan mendiang Paus Fransiskus, yang hampir setiap hari menelepon paroki tersebut di tengah perang yang berkecamuk.
Sebelum perang terbaru di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023, diperkirakan sekitar 1.000 orang Kristen tinggal di wilayah yang mayoritas penduduknya muslim tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5287014/original/042206400_1752805986-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411551/original/064186300_1479703598-Suriah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258799/original/021874200_1781411244-brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8658507/original/009732800_1782681457-000_B8LH2L7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623031/original/006534100_1782616032-063_2283182531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1851494/original/081305700_1517382339-Australian-Flag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5469051/original/050646100_1768047742-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4934841/original/004835800_1725286431-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551687/original/075166500_1775734921-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2886567/original/079776000_1566269060-idlibako.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530444/original/000369600_1773442595-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5522028/original/046501800_1772708420-260305-news-flash-5-maret-2026-02e183.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5521080/original/006589100_1772679652-rudal-iran-nyasar-ke-suriah-warga-panik-974ece.jpg)