Menlu RI Desak ASEAN Satu Suara Tangani Krisis Myanmar dan Kejahatan Siber

Krisis Myanmar, online scam, dan Laut China Selatan menjadi sorotan Indonesia di pertemuan menlu ASEAN.

Diperbarui 10 Juli 2025, 13:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono menegaskan bahwa ASEAN tidak boleh kehilangan arah di tengah tantangan geopolitik dan kejahatan transnasional yang kian kompleks.

Seruan ini disampaikan dalam forum tertutup ASEAN Foreign Ministers’ Retreat (AMM Retreat) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (9/7/2025). 

Mengawali pernyataannya, Menlu Sugiono mengingatkan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan.

"Kesatuan dan sentralitas ASEAN tidak dapat dikompromikan," tegasnya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi strategis di tengah ketidakpastian global.

Salah satu fokus utama Indonesia dalam pertemuan ini adalah krisis berkepanjangan di Myanmar.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa Five-Point Consensus (5PCs) harus tetap menjadi pijakan bersama ASEAN dalam mendorong penyelesaian damai. Ia menekankan bahwa kekerasan harus segera dihentikan dan bantuan kemanusiaan harus dapat disalurkan tanpa hambatan.

Selain isu Myanmar, Indonesia juga menyoroti peningkatan kasus kejahatan transnasional, khususnya penipuan daring (online scam) yang kian meluas di Asia Tenggara. Modus ini tidak hanya merugikan warga negara secara finansial, tetapi juga memicu kejahatan lanjutan seperti perdagangan orang (TPPO) dan perdagangan narkotika.

"Kejahatan lintas batas ini mengancam keamanan sosial-ekonomi kawasan. ASEAN harus bertindak cepat dan kolektif," ujar Menlu Sugiono.

Isu Laut China Selatan

Lebih jauh, proses perundingan Code of Conduct (COC) di Laut China Selatan menjadi salah satu perkembangan yang diapresiasi.

Menlu Sugiono menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap penyelesaian COC yang substantif dan efektif.

"COC yang kuat dapat menjaga stabilitas maritim dan mencegah konflik di kawasan strategis ini," tegas Menlu Sugiono.

Menlu Sugiono juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan ASEAN dalam melindungi warga negaranya di wilayah konflik, terutama di tengah eskalasi geopolitik global. Ia mengingatkan pentingnya implementasi nyata dari panduan ASEAN Emergency Assistance Guidelines, agar misi diplomatik ASEAN di negara ketiga dapat memberikan perlindungan maksimal bagi WNI dan warga ASEAN lainnya.