Iran Gelar Pemakaman untuk Pejabat yang Tewas dalam Serangan Israel

Massa yang memadati jalan-jalan di ibu kota Iran meneriakkan slogan, 'Matilah Amerika' dan 'Matilah Israel'.

Diperbarui 28 Juni 2025, 16:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Ribuan pelayat memadati jalanan pusat kota Teheran, Iran, pada Sabtu (28/6/2025) untuk mengikuti pemakaman kepala Garda Revolusi Iran serta sejumlah komandan senior dan ilmuwan nuklir yang tewas dalam perang 12 hari dengan Israel.

Peti jenazah Panglima Garda Revolusi Jenderal Hossein Salami, kepala program rudal balistik Jenderal Amir Ali Hajizadeh, serta sejumlah tokoh lainnya diarak dengan truk melintasi Jalan Azadi di ibu kota. 

Salami dan Hajizadeh sama-sama tewas pada hari pertama perang, 13 Juni, ketika Israel melancarkan serangan yang disebut bertujuan menghancurkan program nuklir Iran, dengan secara khusus menargetkan komandan militer, ilmuwan, dan fasilitas nuklir.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi hadir dalam upacara tersebut, dan televisi pemerintah melaporkan bahwa Jenderal Esmail Qaani, pemimpin sayap luar negeri Garda Revolusi yaitu Pasukan Quds, serta Jenderal Ali Shamkhani juga turut menjadi pelayat. Demikian dikutip dari AP.

Shamkhani, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei yang terluka dalam serangan Israel dan sempat dirawat di rumah sakit, disebut hadir mengenakan setelan sipil dan bertopang tongkat. 

Garda Revolusi Iran dibentuk setelah Revolusi Islam 1979. Sejak didirikan, satuan ini telah berkembang dari pasukan paramiliter keamanan dalam negeri menjadi kekuatan transnasional yang membantu sekutu-sekutu Teheran di Timur Tengah, mulai dari Suriah dan Lebanon hingga Irak. Garda ini beroperasi secara paralel dengan militer reguler negara tersebut dan mengendalikan seluruh arsenal rudal balistik Iran, yang telah digunakan untuk menyerang Israel dua kali selama perang Israel-Hamas di Jalur Gaza.

Selama 12 hari sebelum gencatan senjata diumumkan pada Selasa (24/6), Israel mengklaim telah membunuh sekitar 30 komandan Iran dan 11 ilmuwan nuklir, serta menyerang delapan fasilitas terkait nuklir dan lebih dari 720 lokasi infrastruktur militer.

Menurut Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran seperti dilansir Al Jazeera, serangan Israel ke Iran menewaskan sedikitnya 627 warga sipil.

Iran meluncurkan lebih dari 550 rudal balistik ke arah Israel, sebagian besar berhasil dicegat, namun beberapa yang lolos menghantam sejumlah lokasi dan menewaskan 28 orang.

Khamenei Hadir?

Upacara pada Sabtu merupakan pemakaman publik pertama bagi para komandan senior sejak gencatan senjata. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa pemakaman ini mencakup 60 orang secara total, termasuk empat perempuan dan empat anak-anak.

Pemerintah menutup kantor-kantor pemerintahan agar para pegawai negeri dapat menghadiri upacara tersebut.

Iran selama ini bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai. Namun, Israel menganggapnya sebagai ancaman eksistensial dan menyatakan serangan militer yang dilakukannya penting untuk mencegah Iran membangun senjata atom.

Khamenei dilaporkan tidak tampak saat rangkaian acara pada Sabtu. Penampilan publik terakhirnya terjadi pada 11 Juni, dua hari sebelum konflik bersenjata dengan Israel meletus, saat dia bertemu dengan para anggota parlemen Iran.

Namun, pada Kamis (26/6), dia merilis video rekaman, menandai pesan pertamanya sejak berakhirnya perang. Video itu berisi peringatan dan ancaman terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pemimpin berusia 86 tahun itu meremehkan serangan udara AS terhadap tiga situs nuklir Iran, dengan menyatakan bahwa serangan tersebut tidak menghasilkan apa pun yang berarti. Dia juga mengklaim kemenangan atas Israel.

Sementara itu, Direktur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut kerusakan akibat bom penghancur bunker milik AS terhadap situs nuklir Fordow Iran—yang dibangun di dalam gunung— "sangat, sangat, sangat besar".

Â