Pria Prancis Curi dan Bakar Al-Qur'an dari Masjid di Lyon, Aksi Terorisme?

Aksi pembakaran Al-Qur'an tersebut dilaporkan setelah dicuri dari sebuah masjid di dekat Lyon sebelum akhirnya dibakar di depan masjid tersebut.

Diterbitkan 04 Juni 2025, 11:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Daftar Isi

Liputan6.com, Paris - Sebuah insiden pembakaran Al-Qur'an terjadi di Lyon, Prancis, pada 3 Juni 2025. Al-Qur'an tersebut dilaporkan dicuri dari sebuah masjid di dekat Lyon sebelum akhirnya dibakar di depan masjid tersebut.

Seseorang mencuri Al-Qur'an dari sebuah masjid di dekat Kota Lyon, Prancis, dan membakarnya pada akhir pekan lalu, menurut para pemimpin agama dan sumber kepolisian pada Selasa (3/6).

"Pada malam Minggu (1/6) hingga Senin (2/6), seorang individu dengan wajah tidak tertutup masuk ke ruang salat, mengambil sebuah salinan Al-Qur'an, membakarnya, lalu melemparkannya di luar gedung sebelum melarikan diri," ungkap dewan masjid di wilayah Rhone seperti dikutip dari AFP, Rabu (4/6/2025).

Pelaku diidentifikasi sebagai pria Prancis kelahiran 1971, melarikan diri menggunakan mobil tetapi ditangkap tidak jauh dari lokasi setelah pasangannya melaporkan ke polisi.

Menurut surat kabar Le Parisien, tersangka mengaku "bersumpah setia pada bendera Prancis" dan mendorong warga Prancis untuk "menembak" orang-orang keturunan asing dalam salah satu video yang diunggahnya di media sosial.

 

 

 

Aksi Terorisme?

Jaksa anti-terorisme telah mengambil alih penyelidikan kasus ini, menjadikannya serangan rasis pertama yang terkait dengan kelompok sayap kanan jauh yang ditangani sebagai "terorisme" sejak kantor mereka dibentuk pada 2019.

Dalam insiden terpisah pada April lalu, seorang pria menikam seorang warga Mali hingga tewas di sebuah masjid, kasus yang kini ditangani oleh jaksa regional.

Prancis adalah negara dengan komunitas Muslim terbesar di Uni Eropa, sekaligus populasi Yahudi terbesar di luar Israel dan Amerika Serikat.

Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 dan respons militer Israel yang menghancurkan di Gaza (menewaskan lebih dari 54.000 orang), terjadi peningkatan serangan terhadap komunitas Yahudi di Prancis.

Monumen Holocaust Prancis, tiga sinagoge di Paris, dan sebuah restoran dicorat-coret dengan cat pada Sabtu (1/6) malam.

Sementara itu, seorang pria kelahiran Turki yang membakar Al-Qur'an di London dinyatakan bersalah atas pelanggaran ketertiban umum yang diperberat oleh motif agama pada Senin (2/6).

Swedia juga mengalami serangkaian pembakaran kitab suci, yang paling terkenal dilakukan oleh Salwan Momika, seorang umat Kristen asal Irak. Ia tewas ditembak pada Januari lalu.