Pengamat Sebut Konflik India-Pakistan Jadi Momen Pengujian Persenjataan Produksi China

Pengamat Khedroob Thondup dari St. Stephens College Delhi University mengatakan, selain membantu ambisi militer Pakistan, Tiongkok sendiri diuntungkan.

Diperbarui 28 Mei 2025, 10:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Pakistan telah lama mengandalkan persenjataan Tiongkok, termasuk sistem rudal canggih, pesawat tempur, dan teknologi pertahanan, untuk mempertahankan keunggulan strategisnya terhadap India.

Pengamat Khedroob Thondup dari St. Stephens College Delhi University mengatakan, selain membantu ambisi militer Pakistan, Tiongkok sendiri diuntungkan -- menggunakan konflik tersebut sebagai tempat pembuktian tidak langsung untuk inovasi pertahanannya, dikutip dari laman European Times, Selasa (27/5/2025).

Teknologi rudal balistik dan jelajah Tiongkok dinilai semakin membentuk persenjataan Pakistan. Sistem seperti rudal permukaan-ke-udara HQ-9 yang dipasok Tiongkok dan proyek rudal Pakistan yang diproduksi di dalam negeri tetapi dipengaruhi Tiongkok memungkinkan Beijing untuk mempelajari efektivitas medan perang mereka.

Thondup menyebut, ketergantungan Pakistan pada jet tempur Tiongkok, seperti JF-17 Thunder, yang dikembangkan bersama dengan Tiongkok, telah memberi Beijing umpan balik kritis tentang bagaimana pesawatnya menghadapi angkatan udara India yang canggih.

Selama pertempuran udara, China memperoleh informasi intelijen tentang kemampuan manuver, akurasi rudal, dan kemampuan bertahan hidup—wawasan yang kemudian menginformasikan penyempurnaan dalam desain pesawat Tiongkok, termasuk pesawat tempur siluman Chengdu J-20 generasi berikutnya.

Melalui Pakistan, Tiongkok secara tidak langsung mengalami keterlibatan militer melawan salah satu kekuatan pertahanan terkuat di Asia—India.

Saat pasukan Pakistan mengerahkan teknologi buatan Tiongkok, Beijing mengamati bagaimana pasukan India melawan mereka, mempelajari tentang kerentanan yang mungkin ada dalam sistem persenjataannya sendiri.

 

Pembentukan Strategi Perang

Respons India, baik melalui pertahanan rudal dalam negeri maupun taktik tempur udara, menjadi studi kasus bagi ilmuwan militer Tiongkok, yang membentuk iterasi berikutnya dari strategi perangnya.

Konflik India-Pakistan juga memberi Tiongkok pengaruh geopolitik, yang memungkinkannya menyempurnakan diplomasi persenjataannya.

Dengan terus memasok Pakistan dengan persenjataan canggih, Tiongkok mempertahankan pijakan strategis di Asia Selatan sambil secara halus mengisyaratkan pengaruhnya dalam urusan militer global yang lebih luas.

Namun, dinamika persenjataan ini menimbulkan risiko—jika pasukan Pakistan menghadapi kegagalan berulang kali menggunakan teknologi Tiongkok, hal itu dapat merusak kredibilitas Beijing dalam ekspor dan aliansi pertahanan.

Konflik India-Pakistan secara tidak sengaja telah menjadi tahap di mana teknologi militer Tiongkok menjalani uji coba waktu nyata tanpa keterlibatan Tiongkok secara langsung.

Setiap rudal yang diluncurkan, setiap pertempuran udara, dan setiap penempatan strategis menawarkan data Beijing yang menginformasikan evolusi kompleks industri militernya.