Liputan6.com, New Delhi - Rudal jelajah supersonik BrahMos kini menjelma menjadi simbol kekuatan dan inovasi India di kancah pertahanan global. Setelah tampil gemilang dalam Operasi Sindoor, sistem senjata hasil kolaborasi India dan Rusia ini menjadi incaran banyak negara, mencerminkan lonjakan kepercayaan internasional terhadap kemampuan militer dan manufaktur India.
Dikembangkan bersama oleh DRDO (Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India) dan NPO Mashinostroyeniya Rusia, BrahMos dikenal sebagai salah satu rudal jelajah supersonik tercepat dan paling andal di dunia.
Dengan kecepatan mencapai Mach 2,8 hingga 3,0 dan jangkauan lebih dari 400 kilometer, rudal ini mampu menghantam target dengan akurasi tinggi dari darat, laut, udara, bahkan kapal selam.
Advertisement
Keberhasilan BrahMos dalam Operasi Sindoor, di mana ia secara presisi menetralkan target bernilai tinggi dalam waktu singkat, membuatnya dilirik banyak negara. Saat ini, setidaknya 17 negara dikabarkan tengah melakukan negosiasi untuk mengakuisisi sistem rudal ini, dikutip dari laman newsbomb, Sabtu (24/5/2025).
Operasi Sindoor menjadi titik balik penting dalam sejarah pertahanan India. Lewat operasi militer berbasis presisi ini, militer India berhasil menunjukkan bahwa sistem senjata buatan dalam negeri mampu beroperasi efektif di medan perang sesungguhnya.
Rekaman visual dan laporan lapangan yang menunjukkan kecepatan reaksi dan akurasi BrahMos telah menarik perhatian para perencana militer dari berbagai negara. Dampaknya, permintaan internasional terhadap rudal ini pun melonjak.
Pintu Masuk Menuju Diplomasi Pertahanan Baru
Lonjakan minat terhadap BrahMos tak hanya soal penjualan senjata. Ini adalah bagian dari strategi India untuk memperluas diplomasi pertahanan dan membangun kemitraan strategis. Beberapa negara seperti Filipina telah menandatangani perjanjian untuk membeli BrahMos, sementara negara lain seperti Vietnam, Brasil, Afrika Selatan, dan sejumlah negara Teluk tengah dalam tahap pembicaraan lanjut.
India juga menegaskan bahwa ekspor BrahMos bertujuan untuk pertahanan, bukan agresi, sebuah pendekatan yang memberi kepercayaan lebih bagi negara-negara mitra.
Â
Mesin Pendorong Ekspor Pertahanan India
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4416198/original/055672200_1683262943-Thumbnail_Liputan6.com-4.jpg)
Sebagai bagian dari inisiatif ‘Make in India’, pemerintah India menargetkan ekspor pertahanan senilai USD 5 miliar pada 2025. BrahMos menjadi ujung tombak ambisi tersebut. Setiap kontrak ekspor tak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tapi juga memberi efek berganda: menciptakan lapangan kerja, mendorong industri lokal, dan mempercepat inovasi teknologi dalam negeri.
BrahMos bukanlah teknologi yang berhenti berkembang. Versi generasi terbaru, BrahMos-NG, saat ini tengah dikembangkan. Varian ini akan lebih kecil, lebih ringan, lebih cepat, dan lebih cocok untuk berbagai platform modern seperti pesawat tempur atau kapal perang kecil.
India juga telah sukses mengintegrasikan BrahMos pada pesawat Sukhoi Su-30MKI, yang memberikan kemampuan serangan jarak jauh yang signifikan dan memperluas jangkauan operasional rudal tersebut.
Kekuatan Strategis dan Aset Diplomatik
Lebih dari sekadar alat tempur, BrahMos telah menjadi alat diplomatik bagi India. Setiap ekspor bukan hanya soal penjualan, melainkan bentuk penguatan peran India sebagai mitra pertahanan global yang bertanggung jawab. Kolaborasi awal dengan Rusia juga menunjukkan kemampuan India dalam mengelola kerja sama militer tingkat tinggi.
Keberhasilan Operasi Sindoor dan meningkatnya popularitas BrahMos menandai momen penting dalam sejarah pertahanan India. Ini bukan hanya tentang rudal, tapi tentang kepercayaan diri sebuah negara untuk membangun, mengoperasikan, dan mengekspor teknologi mutakhir secara mandiri.
Di tengah sorotan dunia, India membuktikan bahwa mereka bukan lagi hanya pembeli, melainkan penyedia solusi pertahanan kelas dunia — dan mereka siap memainkan peran strategis yang lebih besar di masa depan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2741121/original/045300700_1551439726-190301_PAKISTAN-INDIA_DI_AMBANG_PERANG_banner__1_.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2712772/original/069947500_1548392411-india.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411690/original/061832400_1479707390-India.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4358159/original/067137100_1678794026-Thumbnail_Liputan6.com.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8474318/original/030628400_1782384034-arBqcXAl4S06GV2iP1BncAeqifHEkt2QLfz1C2K5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258474/original/070070600_1781346469-AP26163500989479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3314597/original/073889600_1606993116-20201203-Kementan-Targetkan-8_2-Juta-Hektare-Sawah-untuk-20-Juta-Ton-Beras-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984093/original/089195600_1730181989-secret-2681508_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260627/original/045299700_1781613980-IMG_3574.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8259000/original/072319200_1781432690-260614-fanatik-tingkat-dewa-pria-india-cat-rumah-dan-mobil-demi-timnas-brasil-569a87.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8258996/original/031770800_1781432340-260614-demam-piala-dunia-2026-menggila-di-india-raksasa-ronaldo-menjulang-4836f6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163765/original/058418400_1742049945-Untitled.jpg)