Kongres AS Soroti Perang Proksi Pakistan Terhadap Umat Hindu, Desak Peninjauan Kebijakan

Acara ini diselenggarakan oleh HinduACTion bekerja sama dengan Global Kashmiri Pandit Diaspora (GKPD) dan Kashmir Overseas Association USA (KOA).

Diperbarui 09 Mei 2025, 17:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat, pakar keamanan nasional, advokat hak asasi manusia, dan pemimpin agama berkumpul di Gedung Kantor Rayburn House di Capitol Hill untuk menghadiri sebuah pengarahan kongres bertajuk "Perang Proksi Pakistan terhadap Komunitas Hindu: Implikasi Global", sebagaimana dilaporkan dalam pernyataan resmi HinduACTion.

Sesi yang diadakan pada 5 Mei ini membahas dugaan peran Pakistan dalam memfasilitasi kekerasan oleh kelompok jihadis, dengan perhatian khusus pada serangan baru-baru ini di Pahalgam, Jammu dan Kashmir.

Acara ini diselenggarakan oleh HinduACTion bekerja sama dengan Global Kashmiri Pandit Diaspora (GKPD) dan Kashmir Overseas Association USA (KOA), dan dihadiri oleh staf kongres dari kedua partai utama di AS, dikutip dari laman ANI, Rabu (7/5/2025).

Acara dimulai dengan momen hening cipta yang dipimpin oleh Paro Sarkar dari HinduACTion, untuk mengenang para korban insiden di Pahalgam. Nama-nama korban dibacakan satu per satu, dilanjutkan dengan pembacaan sloka dari Bhagavad Gita.

Sushant Sareen, pakar kontraterorisme dari Observer Research Foundation (ORF), menyampaikan pandangan bahwa kebangkitan terorisme berbasis agama di kawasan ini berpotensi membawa dampak global, termasuk terhadap keamanan nasional AS. Sareen juga menyoroti pentingnya AS mewaspadai dinamika nuklir di kawasan tersebut.

Anggota Kongres Shri Thanedar mengungkapkan keprihatinan terhadap respons pemerintah AS terhadap insiden di Pahalgam, dan mendorong masyarakat Hindu-Amerika untuk berpartisipasi lebih aktif dalam kehidupan politik. Ia juga menyerukan agar India diperlakukan sebagai sekutu strategis, sejajar dengan negara-negara mitra tradisional AS.

Michael Rubin, peneliti senior di American Enterprise Institute (AEI), menyampaikan pandangannya mengenai keterlibatan Pakistan dalam insiden kekerasan yang terjadi di Afghanistan dan sekitarnya. Ia juga menyoroti pentingnya hubungan pribadi antara pemimpin negara demokrasi untuk memperkuat kerja sama bilateral.

Clifford Smith, Direktur Urusan Pemerintah di North American Values Institute (NAVI), membandingkan situasi minoritas agama di India dan Pakistan, mengacu pada data demografi dan pernyataan pejabat publik di kedua negara.

 

Pentingnya Solidaritas Lintas Komunitas

Sementara itu, Jesse Singh dari Sikhs of America mengingatkan kembali peristiwa tragis pembantaian Chittisinghpura pada 1999, dan menggarisbawahi pentingnya solidaritas lintas komunitas untuk menghadapi ketidakadilan.

Suhag Shukla dari Hindu American Foundation (HAF) mengkritisi bagaimana beberapa media Barat menyajikan pemberitaan terkait isu-isu keagamaan, sementara Nikunj Trivedi dari Koalisi Hindu Amerika Utara (COHNA) menyoroti narasi yang dinilai memihak terhadap kelompok-kelompok tertentu.

Perwakilan dari GKPD dan KOA, Surinder Kaul dan Uphaar Kotru, berbagi pengalaman tentang kondisi komunitas Hindu Kashmir. Mereka, bersama Krystle Kaul dari Departemen Pertahanan AS, menyerukan solidaritas internasional dalam menanggapi kekerasan berbasis agama.

Dalam sesi penutup, Utsav Chakrabarti dari HinduACTion mengungkapkan keprihatinan terhadap bantuan ekonomi dan militer AS ke Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga menyampaikan tiga rekomendasi kepada Kongres, yakni: mendeklarasikan Pakistan sebagai negara sponsor terorisme, menghentikan bantuan ekonomi dan pinjaman multilateral ke negara tersebut, serta memberlakukan larangan terhadap ekspor teknologi militer dan teknologi ganda ke Pakistan.